Gugatan Negara Bagian AS, Meta Setuju Batasi Penggunaan Remaja dan Bayar Triliunan Rupiah

Meta Platforms, perusahaan induk Facebook dan Instagram, telah menyetujui penyelesaian gugatan yang diajukan oleh sejumlah negara bagian Amerika Serikat. Kesepakatan ini mencakup pembayaran dalam jumlah besar serta implementasi pembatasan penggunaan platform bagi pengguna remaja, menanggapi isu kecanduan media sosial dan penggunaan berlebihan.
Pengajuan proposal penyelesaian ini dilakukan di pengadilan federal California pada hari Rabu, dengan tujuan menyelesaikan tuntutan dari koalisi 47 negara bagian AS. Gugatan tersebut berpusat pada klaim bahwa desain platform Meta secara sengaja menyebabkan kecanduan dan membahayakan kesehatan mental anak muda.
Dalam kesepakatan tersebut, Meta berpotensi membayar sekitar 16,7 miliar dolar AS (sekitar Rp270 triliun) hingga 18 miliar dolar AS (sekitar Rp292 triliun) dan akan menerapkan aturan baru terkait cara remaja menggunakan situs media sosialnya. Jumlah ini akan didistribusikan dalam cicilan tahunan selama 10 tahun.
Baca Juga:
- ESDM Kirim 48 Genset ke Puskesmas NTT, Tingkatkan Layanan Medis
- Kemenag Bantah Keras Isu Mundurnya Menag Nasaruddin Umar untuk PBNU
- Prabowo Targetkan Karhutla RI Tuntas dalam Dua Pekan, Waspada El Nino
Selain kompensasi finansial, perjanjian ini menetapkan Meta untuk memperkenalkan berbagai pembatasan dan perubahan. Langkah-langkah ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan anak, serta mencegah atau mengurangi penggunaan berlebihan dan aktivitas media sosial di malam hari atau selama jam sekolah.
Jaksa Agung California, Rob Bonta, menyatakan dalam pengumumannya, “Meta telah setuju untuk melakukan transformasi besar yang akan mengurangi risiko bahaya dari platformnya, dan akan melakukannya dalam hitungan bulan.” Bonta menyebut perjanjian ini sebagai “perubahan nyata, transparansi nyata, dan perlindungan yang dapat ditegakkan secara nyata bagi anak-anak.”
Meskipun demikian, dokumen perjanjian menyatakan bahwa kesepakatan ini bukan merupakan pengakuan Meta atas adanya kelalaian atau kesalahan. Perusahaan tersebut secara konsisten membantah tuduhan yang dialamatkan padanya.
Jaksa Agung Virginia, Jay Jones, berargumen bahwa Meta sengaja mempertaruhkan kesehatan kaum muda. Ia menilai perubahan ini membantu menghentikan praktik berbahaya tersebut. “Selama bertahun-tahun, Meta sengaja menipu publik tentang fitur desain adiktif dan berbahaya yang telah menghancurkan kesehatan mental remaja,” kata Jones.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor














