
Hansi Flick menatap catatan sejarah baru bersama Barcelona saat melawat ke markas Paris Saint-Germain (PSG) dalam ajang Liga Champions 2026-2027.
Duel matchday ketiga fase liga yang akan digelar di Parc des Princes pada Rabu (21/10) dini hari WIB ini menjadi panggung bagi pelatih asal Jerman tersebut untuk membidik kemenangan ke-100 bersama klub berjuluk Blaugrana. Saat ini, Flick telah mengumpulkan 99 kemenangan dari total 128 pertandingan di seluruh kompetisi.
Kepercayaan diri kubu tamu sedang berada di titik tertinggi setelah meraih hasil impresif di liga domestik. Kemenangan telak 5-2 atas Real Betis pekan lalu memberikan suntikan moral sekaligus menjaga konsistensi performa anak asuh Flick di awal musim.
Meski memiliki catatan statistik yang mengesankan, Flick tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan tuan rumah. Ia menyadari PSG di bawah asuhan Luis Enrique memiliki fleksibilitas taktik serta intensitas permainan yang mampu menghukum lini pertahanan lawan jika tidak tampil disiplin.
Pertarungan antara Barcelona dan PSG di panggung Eropa bukan hal baru. Kedua tim sudah sering bersua dalam berbagai edisi Liga Champions, menciptakan rivalitas yang kerap diwarnai drama di atas lapangan hijau.
Flick menegaskan timnya harus tetap bermain dengan identitas asli mereka meski tampil di hadapan pendukung lawan. Baginya, laga ini lebih dari sekadar perebutan poin di fase liga karena menjadi tolok ukur nyata kemampuan Barcelona bersaing melawan jajaran tim elite Eropa.
Selain ambisi pribadi mencapai seratus kemenangan, sang pelatih ingin melihat perkembangan mentalitas para pemainnya di stadion yang dikenal angker. Ia memandang pertandingan besar sebagai kesempatan bagi skuadnya untuk membuktikan diri di level tertinggi.
"Dalam dua tahun terakhir, kami selalu menghadapi tim terbaik di dunia, dan bagi kami, pertandingan ini adalah kesempatan," ujar Flick dalam sesi konferensi pers menjelang keberangkatan tim ke Prancis.
Barcelona memang tengah berupaya membangun kembali kejayaan mereka di kancah antarklub Eropa setelah beberapa musim terakhir kesulitan melangkah jauh di fase gugur. Kemenangan di Paris akan menjadi sinyal kuat bahwa Blaugrana siap bersaing memperebutkan trofi juara musim ini.
Di sisi lain, PSG tentu tidak ingin kehilangan muka di hadapan publik sendiri. Kehadiran Luis Enrique sebagai pelatih memberikan dimensi taktik yang berbeda bagi tim ibu kota Prancis tersebut dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Laga ini akan menjadi pembuktian bagi Hansi Flick apakah ia mampu mengintegrasikan filosofi permainannya secara utuh saat menghadapi lawan dengan tingkat kesulitan tinggi. Konsistensi pemain lini tengah dan ketajaman barisan depan akan menjadi kunci utama bagi Barcelona dalam meredam agresivitas tuan rumah sejak menit pertama.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor
