Harapan Kesepakatan Selat Hormuz Picu Penurunan Harga Minyak Dunia, Menguak Dinamika Konflik AS-Iran

Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level terendah dalam tiga minggu terakhir pada Selasa, 8 Agustus 2023. Penurunan ini dipicu oleh optimisme tinggi dari sejumlah pejabat senior Amerika Serikat (AS) yang mengisyaratkan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali jalur air strategis Selat Hormuz.
Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, dan Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, secara terpisah mengumumkan adanya kemajuan dalam perundingan. Mereka berharap pengiriman pasokan minyak dapat dilanjutkan secepatnya pada pekan ini, membawa angin segar bagi pasar global.
Kabar ini segera bereaksi di pasar. Harga minyak mentah Brent, patokan global, merosot hampir 5% menjadi di bawah USD 80 (sekitar Rp1,2 triliun) per barel. Penurunan ini mencerminkan ekspektasi berkurangnya gangguan pasokan.
Meski demikian, volatilitas masih membayangi pasar minyak. Kegagalan negosiasi sebelumnya dalam meredakan konflik antara AS dan Iran selama beberapa bulan terakhir telah membuat pasar bergejolak, yang pada akhirnya membebani konsumen dengan harga bahan bakar yang lebih tinggi di SPBU.
Bersamaan dengan penurunan Brent, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga anjlok lebih dari 5%, mencapai USD 76 per barel. Kedua kontrak minyak utama ini mencatat level terendah sejak 13 Juli.
Rubio menyatakan bahwa ada kemajuan dalam diskusi dengan Iran dan Oman mengenai peningkatan lalu lintas kapal melalui selat tersebut. “Ada kemajuan dalam pembicaraan itu, tetapi belum final. Kami berharap itu akan terjadi dalam waktu sangat singkat,” ujarnya kepada wartawan di Departemen Luar Negeri.
Sementara itu, Bessent menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa dicapai segera, mungkin pada hari Selasa atau Rabu. Menurutnya, ada peluang untuk mencapai kesepakatan hari ini atau besok guna membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini.
Ketika ditanya apakah Iran akan diizinkan memungut biaya dari kapal yang melintas, Bessent menegaskan bahwa hal tersebut akan menjamin kebebasan bergerak. Namun, detail konkret mengenai potensi kesepakatan yang sedang dinegosiasikan ini belum diungkapkan.
Pemerintah Iran, di sisi lain, membantah sedang bernegosiasi langsung dengan AS. Teheran menegaskan pihaknya hanya berkomunikasi dengan Oman, negara yang dikenal sebagai mediator dalam perundingan regional.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor















