Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Oktober di Tengah Ketegangan Iran

Harga Bitcoin kembali melemah dan menembus batas bawah 83.000 dolar AS atau setara dengan Rp1,3 miliar pada pembukaan perdagangan Wall Street hari Rabu.
Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sempat berada di posisi terendah sejak awal Oktober. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan koreksi pada pasar saham global setelah sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa.
Pemicu utama gejolak pasar adalah lonjakan harga minyak dunia akibat kabar ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur perairan sempit yang menjadi titik distribusi utama bagi sekitar seperlima konsumsi minyak bumi dunia. Ketidakpastian di wilayah ini langsung memicu kekhawatiran pelaku pasar akan terjadinya gangguan suplai energi global.
Brent crude oil dilaporkan mencapai 102 dolar AS per barel, sementara WTI crude berada di level 91 dolar AS. Tekanan geopolitik ini membuat investor cenderung melepaskan aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Kondisi ini diperparah oleh aksi jual obligasi pemerintah Amerika Serikat yang membuat imbal hasil atau yield obligasi 10 tahun dan 30 tahun mencapai angka tertinggi dalam 24 tahun terakhir, yakni masing-masing 5,36 persen dan 5,73 persen.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor















