
Rusia akhirnya meresmikan daftar operator bursa kripto dan kustodian digital pertama di bawah kerangka regulasi baru yang berlaku sejak 1 September 2024.
Bank of Russia secara resmi merilis daftar perdana tersebut pada Selasa lalu. Data itu memuat empat operator bursa dan lima perusahaan kustodian yang telah memperoleh izin operasional resmi.
Langkah ini menyusul penandatanganan undang-undang kripto oleh Presiden Vladimir Putin pada Agustus lalu. Regulasi tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem aset digital yang terawasi secara ketat oleh otoritas keuangan nasional.
Sberbank, institusi perbankan terbesar di Rusia, masuk dalam daftar kustodian bersama dengan Atomyze, Voltari, serta Cloud Infrastructure. Sementara itu, VTB Bank tercatat sebagai entitas yang mengantongi izin untuk kedua fungsi tersebut, yakni sebagai bursa dan kustodian.
Sberbank telah mengumumkan rencana peluncuran produk kripto perdana mereka pada 1 Desember mendatang. Inisiatif ini memungkinkan nasabah mengakses aset seperti Bitcoin, Ether, dan USDT melalui platform perbankan digital yang sudah ada sebelumnya.
Layanan tersebut nantinya akan terintegrasi langsung dengan ekosistem SberBank Online dan SberBusiness. Integrasi ini mempermudah pengguna untuk bertransaksi aset digital tanpa harus berpindah ke platform pihak ketiga yang tidak terverifikasi.
Dalam daftar operator bursa, tercatat nama-nama baru seperti T-Invest Lab, Zefir, dan Sistema-Crypto. Perusahaan-perusahaan ini diharapkan mampu menyediakan likuiditas yang lebih stabil bagi pasar aset digital domestik di Rusia.
Meskipun regulasi ini memberikan kepastian hukum bagi investor, pemerintah Rusia tetap mempertahankan kebijakan tegas terkait penggunaan kripto sebagai alat pembayaran. Semua aset digital saat ini hanya diakui sebagai instrumen investasi, bukan mata uang yang sah untuk transaksi barang atau jasa.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis pemerintah untuk mengadopsi teknologi blockchain di tengah tekanan sanksi ekonomi global. Sebelumnya, Rusia juga telah bereksperimen dengan mata uang digital bank sentral atau CBDC yang dikenal dengan rubel digital.
Data dari bank sentral menunjukkan bahwa akun rubel digital telah mencapai lebih dari 220.000 pengguna hanya dalam bulan pertama peluncurannya. Angka ini melampaui ekspektasi awal bank sentral hingga empat kali lipat.
Kondisi ini memberikan indikasi kuat bahwa minat masyarakat terhadap instrumen keuangan berbasis teknologi memang sedang tumbuh pesat. Namun, tantangan utama tetap berada pada edukasi literasi keuangan digital bagi masyarakat umum di seluruh wilayah Rusia.
Dengan berlakunya aturan ini, setiap aktivitas perdagangan kripto kini wajib mematuhi protokol kepatuhan yang diawasi langsung oleh Bank of Russia. Investor yang terdaftar diharapkan dapat menikmati perlindungan hukum yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor