Hark Luncurkan Asisten AI Pribadi dengan Prioritas Keamanan Data Pengguna

Startup teknologi Hark resmi meluncurkan Hark Pro, sebuah perangkat lunak asisten kecerdasan buatan atau AI yang dirancang untuk mengelola berbagai tugas digital pengguna secara mandiri.
Perusahaan yang baru berdiri kurang dari setahun ini dipimpin oleh Brett Adcock, seorang pengusaha serial yang berambisi membangun antarmuka komputer masa depan berbasis AI. Berbeda dengan model bahasa besar lainnya yang mengejar kemampuan umum, Hark Pro fokus secara spesifik pada penggunaan komputer untuk menyelesaikan tugas rutin pengguna.
Aplikasi ini hadir dengan tampilan layar penuh yang menyajikan dasbor terpusat berisi percakapan serta visualisasi informasi yang disebut sebagai panel. Pengguna dapat menghubungkan asisten ini ke berbagai aset digital seperti surel, kalender, hingga data kartu kredit untuk membantu mengotomatisasi pekerjaan sehari-hari.
Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan adalah transparansi proses saat asisten bekerja. Hark memungkinkan pengguna melihat bagaimana agen AI bernavigasi di situs web melalui jendela kecil, sebuah langkah yang diklaim bertujuan membangun kepercayaan pengguna terhadap sistem yang sedang dijalankan.
Abidur Chowdhury, kepala desain di Hark yang sebelumnya bekerja untuk Apple, mencontohkan kemampuan asisten ini dalam menangani tugas rumit seperti memperbarui registrasi kendaraan melalui situs resmi pemerintah. Ia menekankan bahwa misi utama perusahaan adalah meringankan beban pekerjaan pengguna tanpa memiliki ambisi untuk mengeksploitasi data demi kepentingan iklan.
Privasi menjadi nilai jual utama yang diusung Hark dibandingkan raksasa teknologi seperti Meta atau OpenAI. Chowdhury menyatakan bahwa fokus mereka adalah membantu menyelesaikan tugas, bukan memprofilkan kehidupan pribadi pengguna untuk kebutuhan komersial pihak ketiga.
Meski mengklaim lebih efisien dalam tugas berbasis komputer, Hark masih menghadapi tantangan terkait keterbatasan pengetahuan umum dibandingkan model AI papan atas. Model mereka dilatih khusus untuk operasional komputer, yang memberikan keunggulan kecepatan dan efisiensi biaya dalam menyelesaikan instruksi spesifik.
Tidak berhenti pada perangkat lunak, Hark juga memiliki rencana jangka panjang yang cukup berani untuk industri ini. Mereka dijadwalkan merilis perangkat keras berbasis AI pada 2027 mendatang yang dirancang untuk mendukung operasional perangkat lunak mereka.
Detail mengenai perangkat keras tersebut masih dirahasiakan oleh pihak perusahaan. Namun, Chowdhury sempat mengisyaratkan ketidaksukaannya terhadap tren kamera yang dapat dikenakan karena faktor privasi dan memberikan janji bahwa produk mereka nantinya akan membawa bentuk yang belum pernah ada sebelumnya di pasar.
Kritik tajam sempat dilontarkan Chowdhury mengenai metode interaksi manusia dengan komputer saat ini. Ia menilai ketergantungan pada papan tik setelah lima puluh tahun perkembangan teknologi merupakan hal yang cukup menggelitik, sehingga ia ingin Hark mengubah paradigma tersebut di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)

