Inggris Permalukan Kroasia 0-7, Catat Sejarah Kekalahan Terburuk

Kroasia menelan kekalahan telak 0-7 dari Inggris dalam lanjutan UEFA Nations League di Rijeka pada Sabtu (3/10/2026). Hasil ini menggoreskan luka sejarah sebagai margin kekalahan terbesar tim nasional Kroasia sejak negara tersebut merdeka pada tahun 1991.
Performa Inggris yang dominan sepanjang laga menjadi momok bagi tim tuan rumah. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing berhasil menyumbangkan dua gol, sementara Anthony Gordon, Jude Bellingham, dan Morgan Rogers turut menambah pundi-pundi gol kemenangan The Three Lions.
Rentetan hasil minor Kroasia di kancah internasional kini semakin panjang. Setelah sebelumnya takluk 1-4 dari Spanyol, tim yang diasuh oleh Slaven Bilic ini tercatat telah kebobolan 12 gol hanya dalam tiga pertandingan terakhir.
Tragedi di Rijeka ini menjadi kontras tajam dengan pertemuan terakhir kedua tim di semifinal Piala Dunia 2018, di mana Kroasia sempat meraih catatan manis. Kali ini, meskipun diperkuat oleh Luka Modric sejak awal laga, lini pertahanan Kroasia tak mampu menahan gempuran Inggris yang berujung pada tujuh gol bersarang di gawang mereka.
Pelatih Slaven Bilic enggan mengaitkan kekalahan telak ini dengan satu kesalahan spesifik dari pemainnya. Ia mengakui bahwa sejumlah permasalahan memang sudah terindikasi sejak dirinya mengambil alih kepelatihan timnas Kroasia pada musim panas lalu, namun ia menyatakan menerima sepenuhnya tanggung jawab atas hasil tersebut.
Menurut Bilic, performa timnya di lapangan tidak dapat dijelaskan hanya dengan menyoroti satu aspek permainan. Ia menggambarkan apa yang terjadi sebagai sebuah kehilangan kendali kolektif yang melanda seluruh tim.
"Sejak saya mengambil alih tim di musim panas ini, memang ada sejumlah masalah, itu pasti. Namun, tanggung jawab tetap ada pada saya. Mencoba mencari penyebab yang spesifik, mengatakan ini terjadi karena hal tersebut sementara yang lainnya baik-baik saja, tidak. Ini murni blackout kolektif," ujar Bilic dalam konferensi pers usai pertandingan.
Bilic merasa kesulitan untuk menemukan sisi positif dari permainan anak asuhnya dalam pertandingan yang berkesudahan dengan skor sangat mencolok ini. Ia juga menyatakan kekecewaan mendalam serta ikut merasakan kesedihan yang dirasakan para pemain setelah peluit panjang berbunyi.
Sang pelatih mengungkapkan bahwa ia telah berbicara langsung dengan seluruh skuad tak lama setelah pertandingan usai. Ia menekankan bahwa para pemain juga sangat terpukul dengan hasil yang baru saja mereka alami di hadapan publik sendiri.
"Sulit untuk mengatakan sesuatu yang masuk akal atau positif setelah pertandingan seperti ini. Saya pikir kami kecewa, saya kecewa, dan kami semua menyesal. Saya merasa kasihan kepada anak-anak yang berada di sana, saya merasa kasihan kepada para penggemar, kepada kami, dan kepada para pemain," tutur Bilic.
"Percayalah, saya baru saja berbicara dengan para pemain. Percayalah, tidak ada yang lebih terpukul dengan ini daripada kami. Inilah yang terjadi, kami harus menerimanya," pungkas Bilic dengan nada tegas.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor















