Jaringan DogeOS Resmi Meluncurkan Testnet Publik untuk Ekosistem Aplikasi Dogecoin

DogeOS resmi membuka jaringan uji coba atau testnet publik untuk lapisan aplikasi Dogecoin pada Rabu (23/10). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengubah Dogecoin dari sekadar aset digital menjadi ekosistem yang fungsional.
Testnet merupakan versi percobaan sebuah jaringan di mana pengembang dapat menguji aplikasi sebelum menggunakan uang asli. Dalam ekosistem ini, Dogecoin berfungsi sebagai buku besar utama, sementara DogeOS berperan sebagai perangkat lunak yang dibangun di atasnya.
Proyek ini dikembangkan oleh tim di balik dompet digital MyDoge. Mereka membangunnya sebagai lapisan terpisah untuk memastikan integritas jaringan utama Dogecoin tetap terjaga tanpa harus mengubah kode asli koin tersebut.
Teknologi yang diusung oleh DogeOS menggunakan sistem zkVM, yakni perangkat lunak yang mampu menghasilkan bukti kriptografis untuk memvalidasi transaksi. Sistem ini juga kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine atau EVM, yang memungkinkan program pintar serta alat pendukung lainnya dari ekosistem Ethereum beroperasi di atas DogeOS.
Biaya transaksi dalam jaringan uji coba ini dibayarkan menggunakan DOGE. Pengguna dapat memperoleh koin uji coba gratis melalui sistem faucet yang memberikan sebanyak 42,069 DOGE setiap hari.
Sejumlah pengembang kini mulai membangun berbagai layanan di atas DogeOS. Beberapa di antaranya meliputi Superposition Finance sebagai protokol pinjam-meminjam, hingga platform pasar prediksi bernama Snag.
Selain sektor keuangan, sektor hiburan juga masuk dalam radar pengembangan. Perusahaan bernama PlaysOut rencananya akan meluncurkan sekitar 15 gim kasual bertema Dogecoin pada akhir 2025 mendatang.
CEO DogeOS Jordan Jefferson menyatakan bahwa peluncuran ini menandai evolusi besar bagi mata uang kripto tersebut. Ia melihat perubahan ini sebagai transisi Dogecoin dari aset investasi menjadi sebuah ekosistem aplikasi yang luas.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Dogecoin Foundation Timothy Stebbing menegaskan pentingnya menjaga kemurnian lapisan pertama atau L1. Baginya, penambahan utilitas harus dilakukan di lapisan atas agar fungsi utama Dogecoin tetap stabil.
Upaya ini muncul di tengah tantangan pasar yang dihadapi Dogecoin. Nilai mata uang ini tercatat turun sekitar 75 persen dari harga tertinggi sepanjang masanya dan masih terjebak dalam tren pasar yang lesu.
Hingga saat ini, pihak pengembang belum memberikan jadwal resmi kapan versi utama atau mainnet dari DogeOS akan dirilis ke publik. Pengembangan ini menjadi penantian bagi para investor yang berharap adanya peningkatan utilitas nyata bagi koin berbasis meme tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








