Google menyatakan bahwa aturan ini bertujuan melindungi pengguna dari potensi penipuan aplikasi berbahaya yang marak beredar di internet. Bagi pengguna awam, langkah ini dianggap memberikan lapisan keamanan tambahan agar mereka tidak sembarangan memasang perangkat lunak dari sumber yang tidak dikenal.
Kendati demikian, para pengembang aplikasi independen kini dituntut untuk mendaftarkan diri dalam program verifikasi Google jika ingin aplikasi mereka dapat terpasang dengan mudah. Bagi mereka yang tidak terdaftar, pengguna harus melalui serangkaian proses verifikasi manual atau menunggu periode waktu tunggu selama 24 jam sebelum aplikasi bisa diinstal.
Banyak pihak menilai bahwa bagi pengguna biasa, sistem ini tidak akan terasa mengganggu aktivitas harian. Namun, bagi pengguna yang gemar melakukan modifikasi ponsel, keahlian teknis menjadi syarat mutlak untuk tetap memiliki kendali penuh atas perangkat mereka sendiri.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi apakah mencopot aplikasi verifikasi bawaan akan menghilangkan batasan waktu tunggu tersebut. Besar kemungkinan, mekanisme pengamanan ini dikendalikan langsung oleh Google Play Protect yang tertanam jauh di dalam sistem operasi.
Google berencana untuk melakukan penerapan aturan ini secara global pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini memberi waktu bagi ekosistem pengembang dan pengguna untuk beradaptasi dengan kebijakan baru tersebut.