Jika Harus Berjuang Sampai Mengemis, Lebih Baik Kamu Berhenti Sekarang

Kamu pernah merasa tidak, posisi di mana pesan singkatmu hanya dibaca saja, atau panggilan teleponmu tidak pernah diangkat, tapi kamu tetap saja mengirim pesan lagi? Rasanya seperti menaruh harapan di tempat yang salah dan membiarkannya membusuk perlahan di sana.
Kamu tidak sendiri. Banyak dari kita pernah berada di titik terendah itu, di mana logika sudah berteriak untuk berhenti, tapi hati masih saja keras kepala ingin bertahan. Ini wajar, karena kita semua punya rasa takut kehilangan yang terkadang bikin kita lupa caranya menjaga harga diri sendiri.
Cinta Bukan Untuk Diminta
Pernah berpikir kenapa harus ada usaha ekstra hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang yang seharusnya menghargai kamu? Seharusnya cinta itu mengalir begitu saja, tanpa perlu kamu todong dengan berbagai permohonan atau rayuan yang memelas.
Kalau memang dia ingin bersamamu, dia akan mencari jalan untuk ada di dekatmu. Tapi saat kamu harus memohon agar dia sekadar meluangkan waktu, itu bukan lagi tentang cinta. Itu adalah tanda bahwa kamu sedang berinvestasi pada sesuatu yang memang tidak ingin kamu miliki sepenuhnya.
Tahu Diri Itu Perlu
Coba tarik napas sebentar dan lihat ke cermin. Kamu punya mimpi, punya kehidupan, dan punya nilai diri yang tidak seharusnya dipertaruhkan hanya demi seseorang yang bahkan tidak yakin ingin menemanimu.
Menjadi pengemis cinta tidak akan pernah mengubah keadaan atau membuat dia berubah pikiran. Justru, hal itu hanya akan membuat kamu terlihat remeh di mata orang yang kamu harapkan. Kamu layak mendapatkan seseorang yang tidak perlu kamu kejar dengan cara yang menjatuhkan martabatmu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor



















