Jika Ingin Kembali Jangan Hanya Mengulang Luka Lama, Karena Kamu Layak Mendapat Kisah yang Lebih Baru

Tiba-tiba ponselmu bergetar, menampilkan nama yang sudah lama tidak muncul di daftar notifikasi.
Jantungmu langsung berdegup kencang, bukan karena rindu, tapi karena ingatan tentang bagaimana dia menghancurkanmu perlahan kembali muncul ke permukaan. Kamu merasa bingung, campur aduk antara ingin marah atau sekadar ingin menutup mata dan pura-pura tidak melihat apa-apa.
Tenang saja, perasaan ini wajar sekali. Kamu tidak sendiri, dan tidak ada yang salah dengan merasa goyah ketika sosok dari masa lalu mencoba mengetuk pintu yang sudah kamu kunci rapat-rapat.
Jangan Sampai Kamu Terjebak Lagi
Dia mungkin datang dengan kata maaf yang terdengar sangat tulus atau sekadar basa-basi menanyakan kabar. Kamu sempat percaya pada semua janjinya dulu, sampai akhirnya kamu sadar bahwa tidak ada lagi yang tersisa untuk dipercaya.
Bukan karena kamu kurang, bukan karena kamu tidak cukup baik bagi dia. Tapi karena dia memang belum siap menghargai apa yang ada di depan matanya saat itu, sehingga dia memilih untuk pergi meninggalkanmu dalam tanda tanya besar.
Kamu Bukan Tempat Singgah Sementara
Hatimu bukan ruang tunggu di stasiun yang bisa dia datangi dan tinggalkan sesuka hati. Kamu punya hidup yang jauh lebih baik sekarang, kehidupan yang mulai tertata meski dulu sempat berantakan gara-gara ulahnya.
Kalau dia datang hanya untuk mengulang tragedi yang sama, lebih baik katakan padanya untuk pergi sejauh mungkin. Kamu tidak perlu membuang energi untuk membuka luka lama yang sudah susah payah kamu obati sampai kering sendiri.
Berani Menolak Untuk Sembuh
Kalau memang dia ingin kembali, pastikan itu bukan untuk mengulang skrip lama yang sudah basi. Kamu tidak butuh drama yang sama, karena kamu sudah hafal bagaimana akhirnya akan menyakitkan.
Izinkan dia kembali hanya jika dia sanggup menulis kisah yang sepenuhnya baru, di mana kamu dihargai dan tidak lagi dijadikan opsi. Jika dia tidak mampu melakukan itu, jangan beri ruang, karena kamu layak bahagia tanpa harus menunggu dia sadar akan nilaimu yang berharga.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













