Langsung ke konten
beritana
Breaking

Jika Jalan yang Kamu Tempuh Terasa Sangat Berat, Mungkin Kamu Memang Sedang Ditempa untuk Hal yang Lebih Besar

Foto Beritana GeminiBeritana Gemini2 menit bacaAsmara
perawatan diri, diri sendiri, peduli, kemandirian, kesehatan, kesehatan mental, perawatan diri, perawatan diri, diri sendiri, diri sendiri, kesehatan mental, kesehatan mental, kesehatan mental, kesehatan mental, kesehatan mental
Foto: Pixabay

Rasanya pengin teriak saja rasanya kalau melihat orang lain sudah sampai di garis finish sementara kamu masih sibuk sama start yang itu-itu saja.

Kamu merasa lelah karena sudah mencoba segalanya, tapi kenyataan tetap saja keras kepala. Wajar kok kalau kamu merasa capek dan mempertanyakan kenapa hidup harus terasa seberat ini.

Jalan Kamu Memang Beda

Mungkin kamu merasa iri melihat teman seangkatan sudah menikah, sudah punya rumah, atau sudah sukses dengan karier impian mereka. Kamu merasa tertinggal jauh, seolah semesta sengaja membiarkanmu lari di tempat sementara yang lain sudah jauh berlari.

Padahal, membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu seperti membandingkan apel dengan jeruk. Kamu tidak pernah tahu apa yang mereka korbankan di balik layar, dan mereka juga tidak akan pernah paham betapa kerasnya perjuangan yang sedang kamu hadapi saat ini di dalam kepala kamu sendiri.

Setiap orang punya garis start dan finish yang berbeda. Kalau jalanmu terasa lebih terjal, mungkin karena kamu memang sedang disiapkan untuk mendaki gunung yang lebih tinggi daripada orang lain.

Kenapa Harus Terasa Sesulit Ini

Terkadang, kamu merasa Tuhan seolah sengaja menahan semua keinginanmu agar tidak terjadi sekarang juga. Padahal kamu sudah berdoa, sudah kerja keras, tapi hasilnya tetap saja belum kelihatan.

Jujur saja, proses ini memang menyebalkan karena tidak ada janji manis soal kapan tepatnya semua akan indah. Kita sering diajarkan untuk percaya pada waktu yang tepat, tapi saat harus menunggu dalam ketidakpastian, rasanya napas saja jadi terasa sangat berat.

Namun, mungkin saja keterlambatan ini bukan hukuman. Bisa jadi, ini adalah cara Tuhan untuk memastikan kamu benar-benar siap saat hal baik itu akhirnya datang nanti agar kamu tidak kehilangan arah.

Tenang Saja, Kamu Pasti Sampai

Bayangkan dirimu seperti bebek di atas kolam yang tenang. Di permukaan, kamu mungkin terlihat santai saja menghadapi masalah, padahal di bawah air kakimu sedang mengayuh sekuat tenaga supaya tidak tenggelam.

Tidak apa-apa kalau sesekali kamu merasa payah dan ingin menyerah. Itu manusiawi, bukan tanda kamu lemah. Yang terpenting, jangan biarkan rasa sedih itu menetap terlalu lama sampai kamu lupa cara untuk sekadar menarik napas lega.

Percayalah, meski jalan ini bukan jalan tercepat dan mungkin bukan yang termudah, ini adalah jalan yang paling tepat buat kamu. Kamu tidak sedang berjalan sendirian di dalam kegelapan ini, jadi pelan-pelan saja langkah kakinya karena kamu pasti sampai ke tempat yang memang sudah disediakan untukmu.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini