Jika Kamu Datang Hanya Untuk Memainkan Perasaan, Tolong Berhenti Mengatasnamakan Cinta

Kamu sudah lelah menanti jawaban, sementara dia hanya datang dengan janji yang ringan.
Rasanya memang menyesakkan. Kamu merasa sendirian di tengah keramaian hubungan yang tidak punya arah, padahal kamu sudah memberikan ruang terbaik di hatimu untuknya.
Jangan Datang Kalau Tidak Ada Niat
Banyak laki-laki datang membawa bunga atau cokelat, tapi lupa membawa komitmen. Mereka pandai merangkai kata manis, lalu menghilang begitu saja saat kamu mulai meminta kejelasan.
Kamu mungkin merasa bersalah karena sudah berharap terlalu tinggi. Padahal, yang salah bukan harapanmu, tapi caranya yang tidak jujur sejak awal.
Cinta Butuh Kejelasan Bukan Tebak-tebakan
Mencintai seharusnya membuatmu merasa aman, bukan malah terus-menerus bertanya tentang masa depan. Sayangnya, banyak yang terjebak dalam hubungan tanpa status atau komitmen yang menggantung.
Dia bilang cinta, tapi setiap kali kamu menagih kepastian, dia punya seribu alasan untuk menghindar. Kalau dia memang serius, dia pasti akan mencari jalan untuk menghalalkan, bukan sekadar memacari lalu pergi saat sudah bosan.
Kamu Layak Mendapatkan Kesungguhan
Terkadang kita perlu berani jujur pada diri sendiri. Mungkin selama ini kamu bukan sedang menjalin kasih, melainkan sedang dijadikan tempat pelarian sampai dia menemukan sesuatu yang dianggap lebih menarik.
Lepaskan dia yang tidak bisa memberikanmu kepastian. Hargai dirimu sendiri dengan berhenti menunggu seseorang yang bahkan tidak berani mengambil langkah nyata untuk masa depan kalian berdua.
Berani Melangkah Tanpa Dia
Keputusan untuk pergi memang tidak pernah terasa manis di awal. Tapi percayalah, jauh lebih baik merasa sakit karena kehilangan seseorang yang tidak menghargaimu daripada bertahan dalam ketidakpastian yang pelan-pelan membunuh rasa percaya dirimu sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor







