Jika Kamu Ingin Dihargai, Berhentilah Menjadi Seseorang yang Terlalu Mudah Didapatkan

Kamu pernah merasa gampang banget kasih akses ke orang baru, cuma buat ditinggal pas lagi sayang-sayangnya?
Rasanya memang menyesakkan. Kamu merasa sudah memberikan segalanya, tapi orang itu justru pergi seolah kamu tidak pernah berarti apa-apa bagi mereka. Kamu tidak sendirian, kok. Banyak dari kita yang tanpa sadar membiarkan pintu hati terbuka terlalu lebar, sampai akhirnya orang yang tidak tepat masuk dan mengacak-acak perasaan kita seenaknya.
Kamu Bukan Pilihan yang Bisa Datang dan Pergi
Seseorang yang dengan mudah bilang cinta di awal pertemuan biasanya adalah orang yang paling cepat bosan. Mereka suka dengan fase pengejaran, tapi begitu kamu sudah ada di genggaman, mereka mulai mencari tantangan lain yang lebih segar.
Kamu harus paham bahwa berharga itu bukan soal menjaga jarak demi gengsi. Ini soal memberi ruang bagi orang yang memang punya cukup nyali untuk menghargai proses mendapatkan kamu. Kalau dari awal kamu sudah terlalu obral perhatian, jangan heran kalau dia menganggapmu tidak punya nilai lebih untuk diperjuangkan.
Menutup Hati Bukan Berarti Sok Jual Mahal
Terkadang, mengunci pintu hati rapat-rapat adalah cara terbaik untuk menyaring siapa yang tulus. Bukan berarti kamu benci orang lain, kamu cuma sedang melindungi diri dari mereka yang cuma mau singgah sebentar lalu pergi tanpa rasa bersalah.
Hanya orang yang benar-benar punya niat baik yang akan berusaha tetap bertahan meski kamu terlihat tertutup. Mereka tidak akan mundur hanya karena kamu tidak memberi jawaban instan. Mereka justru akan menunjukkan lewat tindakan, bukan sekadar kata-kata manis yang mudah diucapkan di awal.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor

















