Jika Kamu Masih Betah Berada di Situasi yang Menyiksa, Mungkin Kamu Perlu Berhenti Menjadi Terlalu Baik

Kamu pernah nggak sih, merasa capek sendiri karena terlalu sibuk mikirin perasaan orang lain sampai lupa kalau dirimu sendiri juga butuh napas?
Kadang kita memang terjebak dalam pola pikir kalau bertahan itu sebuah kebajikan. Padahal, seringkali kita cuma sedang memupuk rasa sakit yang sebenarnya tidak perlu ada di hidup kita.
Pinter Sedikit Itu Perlu
Menjadi orang baik itu memang mulia, tapi menjadi orang yang pintar itu pilihan yang menyelamatkan. Pintar di sini bukan soal nilai di sekolah, tapi soal kapan kamu harus berhenti mencoba memperbaiki sesuatu yang memang sudah rusak dari sananya.
Kalau dia lebih sering bikin kamu menangis daripada tertawa, atau selalu menuntut kamu mengerti tanpa pernah mau membalas pengertianmu, itu bukan cinta. Itu namanya kamu sedang memberikan akses gratis bagi orang lain untuk menghancurkan kewarasanmu sendiri.
Bahagia Itu Hak, Bukan Hadiah
Banyak dari kita takut untuk melepaskan karena takut dianggap egois atau gagal. Padahal, keputusan untuk pergi dari hal yang tidak lagi membahagiakan adalah langkah paling berani yang bisa kamu ambil untuk dirimu sendiri.
Masa depanmu terlalu berharga untuk dipertaruhkan pada orang yang bahkan tidak tahu dia ingin dibawa ke mana hubungan kalian. Jangan betah menunggu kejelasan dari seseorang yang memang tidak berniat memberikan kepastian apa pun buat kamu.
Tegas Sama Lingkaranmu
Sama halnya dengan pertemanan, jangan biarkan empati kamu salah sasaran. Tidak semua orang yang datang ke hidupmu layak mendapatkan porsi perhatian yang sama, terutama mereka yang cuma ingat kamu saat dompet atau hatinya sedang kosong.
Maafkan memang perlu, tapi membiarkan mereka tetap berada di lingkaran terdekatmu adalah pilihan yang merugikan. Kamu punya hak penuh untuk membatasi akses bagi siapa saja yang hanya datang untuk menguras energimu tanpa memberi dampak baik apa pun.
Saatnya Berhenti Menunggu
Mulai hari ini, cobalah untuk lebih sering mendengarkan kata hatimu daripada ekspektasi orang lain. Dunia ini tidak akan berhenti berputar hanya karena kamu memutuskan untuk berhenti memedulikan komentar-komentar negatif yang tidak ada gunanya.
Kamu yang paling tahu batas kemampuanmu dan kamu juga yang paling berhak menentukan seperti apa bahagia yang kamu inginkan. Tarik napas dalam, peluk dirimu sendiri, dan belajarlah untuk memilih dirimu sendiri setiap kali keadaan mulai terasa tidak adil.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













