Jika Kamu Terlalu Sibuk Mengejar Sempurna, Kamu Mungkin Sedang Mengabaikan Seseorang yang Paling Berharga

Kamu pernah tidak, merasa sedang mengejar seseorang yang rasanya jauh sekali, padahal ada orang lain yang tulus berdiri tepat di depan matamu?
Rasanya seperti lari maraton di treadmill. Kamu berkeringat, napasmu habis, tapi posisi kamu tetap di sana. Sementara di pinggir lapangan, ada seseorang yang sabar menunggumu sambil memegang air minum, tapi kamu sama sekali tidak menoleh.
Kita sering terjebak dalam ilusi bahwa cinta harus terasa seperti drama. Harus ada yang dikejar, harus ada yang sulit diraih, baru terasa istimewa. Padahal, seringkali kita cuma sedang membuang energi untuk sesuatu yang memang tidak ditakdirkan buat kita.
Kamu Nggak Salah Kalau Berharap
Tidak ada yang salah dengan punya kriteria atau impian soal pasangan. Kamu berhak menginginkan seseorang yang terlihat sempurna di matamu.
Tapi masalahnya, kadang kita terlalu fokus pada daftar keinginan itu sampai lupa melihat manusia di depan kita. Kita menuntut orang lain menjadi versi yang kita bayangkan, tanpa sadar kalau dia juga punya hati yang bisa retak.
Kenyataan pahitnya, orang yang kamu abaikan sekarang itu bisa jadi orang yang paling tulus mencintaimu. Dia mungkin sedang berusaha masuk ke duniamu, tapi setiap usahanya cuma kamu balas dengan diam. Bukan karena dia tidak cukup baik, tapi karena kamu terlalu sibuk melihat ke arah yang salah.
Ada Saatnya Kesabaran Itu Habis
Kamu mungkin merasa dia akan selalu ada di sana, kapan pun kamu siap untuk melihatnya. Itu asumsi yang paling berbahaya dalam sebuah hubungan.
Bahkan orang yang paling sabar pun punya titik lelah. Suatu hari nanti, dia akan sadar bahwa menunggu seseorang yang tidak pernah menoleh itu sia-sia. Dan saat dia benar-benar pergi, kamu baru akan sadar apa yang sebenarnya sudah kamu hilangkan.
Kepergiannya mungkin tidak akan diawali dengan drama besar. Dia cuma berhenti bertanya kabar, berhenti mencoba, lalu menghilang begitu saja dari duniamu. Kamu akan merasa bingung, tapi saat itulah kamu sadar bahwa berjuang ada ujungnya, dan sabar ada batasnya.
Belajarlah Menghargai Sebelum Kehilangan
Mungkin yang perlu kamu ubah bukan target orang yang kamu kejar, tapi cara pandangmu soal apa itu arti berharga. Sesuatu yang terbaik seringkali tidak datang dengan gegap gempita.
Dia datang dalam bentuk perhatian kecil, kesetiaan yang tenang, dan keinginan untuk melihatmu bahagia. Kalau kamu terus menyakiti orang yang peduli padamu hanya demi mengejar fatamorgana, jangan kaget kalau nanti duniamu terasa sangat sepi.
Tarik napas dulu. Coba lihat sekelilingmu. Mungkin orang yang selama ini kamu cari sudah ada di sana, menantimu dengan tulus tanpa perlu kamu paksa jadi siapa-siapa.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor







