Kadang Kita Terlalu Menggebu di Awal, Lalu Bingung Kenapa Rasa Bosannya Datang Cepat Sekali

Pernah nggak kamu merasa sudah kasih semuanya di awal, tapi baru tiga bulan jalan rasanya sudah capek banget?
Kamu nggak aneh kok kalau merasa begitu, karena memang banyak dari kita yang lupa cara ngerem waktu lagi jatuh cinta. Rasanya wajar kalau kita ingin terlihat sempurna di depan orang yang kita sayang.
Kita Sering Lupa Cara Ngerem
Kita sering menganggap cinta itu kayak balapan yang harus dimenangkan secepat mungkin dengan cara menunjukkan semua perhatian dalam waktu singkat. Chat tiap menit, telponan sampai pagi, dan selalu ingin ketemu seolah-olah besok dunia bakal kiamat. Rasanya memang manis banget, tapi tanpa sadar kita sedang membakar cadangan energi yang seharusnya dipakai buat bertahun-tahun ke depan.
Begitu stok perhatiannya habis, kamu mulai bingung kenapa rasanya jadi hambar dan nggak seru lagi. Padahal bukan cintanya yang hilang, tapi kamunya saja yang sudah kehabisan bensin karena ngegas terus sejak hari pertama.
Dan di saat itulah, kamu mulai mencari-cari alasan buat pergi.
Bosan Itu Bukan Berarti Berhenti
Padahal kalau kita mau jujur sama diri sendiri, rasa bosan itu bagian dari paket lengkap dalam sebuah hubungan yang normal. Kamu nggak perlu langsung merasa nggak cocok atau malah cari pelarian ke orang lain hanya karena suasana rumah sudah nggak seberisik dulu. Cinta yang dewasa itu justru lahir saat kembang api di awal sudah redup dan kalian masih memilih buat duduk bareng di tengah kegelapan.
Menjalani hubungan sewajarnya itu bukan berarti kamu nggak sayang, tapi itu cara kamu menjaga biar api ini nggak cepat padam. Biarkan hubungan itu bernapas pelan, supaya kalian nggak perlu merasa tercekik oleh ekspektasi harus selalu bahagia setiap saat.
Cintai Dia Secukupnya Saja
Mulai sekarang, coba deh kurangi sedikit intensitas yang berlebihan itu dan biarkan semuanya mengalir tanpa perlu banyak tuntutan. Kamu nggak perlu jadi pahlawan yang selalu ada setiap detik, karena yang paling penting adalah kamu tetap ada di sana saat dia benar-benar butuh. Percaya deh, hubungan yang tenang itu jauh lebih menyelamatkan kesehatan mentalmu daripada hubungan yang penuh drama dan ledakan emosi yang melelahkan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor






