Kadang Kita Terlalu Pasrah Soal Jodoh, Padahal Memilih yang Terbaik Itu Hakmu Juga

Pernah gak sih kamu capek denger ucapan orang kalau jodoh itu sudah ada yang ngatur, jadi kita tinggal duduk manis aja menunggu?
Rasanya kayak kita dilarang punya standar, padahal ini soal hidup kita sendiri untuk puluhan tahun ke depan. Wajar banget kalau kamu merasa bingung, bahkan agak kesal, karena seolah-olah usahamu selama ini tidak ada artinya.
Kamu Bukan Robot, Kamu Punya Selera
Tuhan memang yang menentukan hasil akhir, tapi Dia juga yang memberi kita hati dan logika untuk memilih.
Kamu berhak membuat daftar kriteria, dari yang sepele seperti selera musik sampai yang prinsipil soal finansial. Jangan merasa bersalah hanya karena kamu tahu persis orang seperti apa yang ingin kamu ajak menua bersama.
Kadang kita terlalu takut dibilang pemilih, lalu berakhir menerima siapa saja yang datang pertama kali. Padahal, berjuang untuk seseorang yang benar-benar kamu inginkan itu adalah bentuk penghargaan terhadap dirimu sendiri. Kalau kamu tidak memperjuangkan seleramu, lalu siapa lagi?
Tapi Bagaimana Kalau Nanti Gagal?
Rasa kecewa itu pasti ada.
Kamu sudah berdoa, sudah memantaskan diri, bahkan sudah menurunkan ego demi bisa bersamanya, tapi jalannya tetap tertutup. Di titik ini, kamu harus ingat bahwa melibatkan Tuhan bukan berarti memaksa kehendakmu harus terwujud. Ini tentang memberi ruang di hatimu untuk menerima bahwa skenario terbaik mungkin berbeda dengan maumu.
Perjuangkan Saja Dulu, Masalah Nanti Belakangan
Jadi, mulailah melangkah lagi tanpa rasa takut dicap terlalu pemilih atau tidak bersyukur. Pilih orang yang membuatmu merasa utuh, perjuangkan dia sebisamu, dan biarkan semesta yang merapikan bagian sisanya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












