Konsol Langka Nintendo GameCube Terjual Puluhan Juta Rupiah di Pasar Kolektor

Konsol legendaris Nintendo GameCube kini bertransformasi menjadi aset investasi berharga bagi para pehobi barang antik digital. Beberapa varian langka dari mesin gim yang pertama kali meluncur pada tahun 2001 ini dilaporkan terjual dengan harga ribuan dolar Amerika Serikat di situs lelang internasional.
Harga fantastis tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap perangkat hiburan masa lalu yang memiliki nilai sejarah atau keunikan produksi.
Salah satu model yang paling dicari adalah Panasonic Q, sebuah perangkat hibrida yang menggabungkan mesin GameCube dengan pemutar piringan DVD. Perangkat ini hanya dipasarkan secara resmi di wilayah Jepang, sehingga populasinya di pasar global sangat terbatas. Kolektor rela membayar hingga USD 2.500 (sekitar Rp39,3 juta) untuk unit yang masih berfungsi dengan baik dan memiliki kotak orisinal.
Keunikan Panasonic Q terletak pada casing logam perak dan layar kristal cair kecil di bagian atasnya. Desain ini sangat berbeda dengan bentuk standar GameCube yang menyerupai kubus berwarna ungu atau hitam.
Selain model Panasonic, edisi khusus seperti Char's Customized GameCube juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi di mata kolektor. Varian berwarna merah terang ini diproduksi untuk memperingati seri animasi Mobile Suit Gundam, sebuah waralaba fiksi ilmiah populer asal Jepang. Satu paket lengkap edisi ini sering kali menembus angka USD 2.000 (sekitar Rp31,4 juta) dalam kondisi bekas namun terawat.
Ketersediaan unit dalam kondisi prima menjadi faktor utama yang menentukan harga jual di pasar sekunder.
Banyak konsol GameCube yang mengalami kerusakan pada bagian pembaca cakram optik karena faktor usia. Kondisi tersebut menyebabkan unit yang masih mampu menjalankan gim dengan lancar dianggap sebagai temuan berharga bagi komunitas pecinta retro.
Maraknya tren koleksi gim retro dalam beberapa tahun terakhir ikut mendorong lonjakan harga perangkat keras lama. Perusahaan penilai seperti WATA atau VGA kini memberikan sertifikasi fisik untuk unit yang masih tersegel atau dalam kondisi sempurna. Sertifikasi ini bisa melipatgandakan harga sebuah konsol hingga menyentuh angka USD 5.000 (sekitar Rp78,5 juta) atau lebih dalam sesi lelang tertutup.
Tingginya harga ini juga dipicu oleh sejarah GameCube yang secara komersial kalah bersaing dengan PlayStation 2 pada masanya. Rendahnya angka penjualan di masa lalu membuat jumlah unit yang beredar di masyarakat saat ini menjadi lebih sedikit.
Kelangkaan tersebut justru menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang menyimpan konsol ini di gudang selama dua dekade terakhir.
Fenomena kenaikan harga tidak hanya terjadi pada mesin utama, melainkan juga pada aksesori tambahan seperti pengontrol nirkabel WaveBird. Alat kendali ini dahulu kurang diminati, namun sekarang menjadi standar emas bagi para pemain gim kompetitif Super Smash Bros. Melee. Harga satu pengontrol WaveBird yang masih baru dalam kemasan asli bisa mencapai ratusan dolar di platform perdagangan daring.
Para ahli memprediksi nilai barang-barang hobi ini akan terus meningkat seiring berkurangnya stok unit berkualitas di pasaran dunia. Persaingan ketat di antara kolektor dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia turut menjaga stabilitas harga di level tinggi.
Bagi masyarakat di Indonesia, memiliki barang koleksi seperti ini memerlukan ketelitian ekstra dalam hal perawatan mesin dan biaya pengiriman internasional. Pajak masuk untuk barang hobi mewah juga perlu diperhitungkan sebelum memutuskan untuk bertransaksi di pasar luar negeri. Tren ini membuktikan bahwa minat terhadap nostalgia masa kecil dapat berubah menjadi peluang finansial yang menguntungkan di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376415/original/023617700_1792357045-juve_2.jpg)
