Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Kemenangan Argentina atas Benin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367208/original/025231200_1791337054-messi.jpg)
Timnas Argentina menutup babak baru perjalanan sepak bola dunia dengan kemenangan manis 3-0 atas Benin dalam laga persahabatan di Estadio Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB.
Pertandingan ini menyedot perhatian global karena menjadi panggung terakhir Lionel Messi dan Nicolas Otamendi bersama seragam kebanggaan La Albiceleste. Kemenangan ini sekaligus memberikan perpisahan yang emosional bagi dua legenda sepak bola tersebut di hadapan puluhan ribu pendukungnya.
Permainan berjalan alot sejak peluit babak pertama dibunyikan. Argentina yang mendominasi penguasaan bola kesulitan menembus pertahanan rapat Benin sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Lionel Messi menunjukkan kualitasnya sebagai dirigen lapangan tengah. Ia melepaskan umpan matang kepada Nicolas Otamendi yang sukses mengonversinya menjadi gol pembuka pada menit ke-48.
Enam menit berselang, Messi kembali menjadi arsitek serangan bagi tim tuan rumah. Ia mengirimkan operan presisi kepada Nico Paz yang langsung melepaskan tembakan keras untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Puncak perayaan terjadi pada menit ke-71 saat wasit menunjuk titik putih setelah pemain Benin melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Messi maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Momen ini terasa magis bagi 85.000 penonton yang memadati stadion. Pada menit ke-10, wasit menghentikan laga sejenak agar publik dapat memberikan penghormatan khusus bagi sang kapten melalui tepuk tangan meriah dan nyanyian yang menggema di seluruh tribun.
Sepanjang karier internasionalnya, Messi mencatatkan statistik yang luar biasa. Ia menutup perjalanannya dengan 208 penampilan dan 126 gol bagi Argentina.
Banyak pengamat sepak bola dunia menilai, pencapaian Messi melampaui sekadar angka di atas kertas. Koleksi gelar Copa America 2021, Piala Dunia 2022, hingga Copa America 2024 menjadi bukti nyata dominasi sang maestro selama dua dekade terakhir.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)











