Maarten Paes Targetkan Trofi Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 Bersama Timnas Indonesia

Penjaga gawang utama Tim Nasional Indonesia, Maarten Paes, menegaskan ambisinya untuk membawa skuad Garuda meraih gelar juara pada gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.
Kiper berusia 28 tahun itu bersiap memimpin rekan-rekannya dalam laga final yang sangat dinantikan melawan Thailand, dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, malam Waktu Indonesia Barat (WIB).
Perjalanan Indonesia menuju partai puncak turnamen regional yang baru pertama kali digelar di bawah naungan FIFA ini tidaklah mudah.
Skuad Garuda harus mencatatkan kemenangan krusial dengan skor telak 9-2 atas Bangladesh di babak sebelumnya demi mengamankan selisih gol yang krusial untuk melaju ke final.
Maarten Paes tidak menampik beratnya perjuangan yang dilalui seluruh pemain untuk mencapai fase penentuan ini.
"Besok kami akan memainkan partai final," ujar Paes dalam keterangan yang diterima Beritana.com.
Ia menuturkan, kemenangan besar di laga sebelumnya menuntut upaya maksimal dari seluruh elemen tim.
"Beberapa hari lalu, kami harus mengalahkan Bangladesh dengan selisih tujuh gol untuk bisa sampai ke sini, dan kami berhasil menang 9-2," kenangnya.
Suasana selebrasi usai pertandingan tersebut dinilainya sangat emosional, bahkan membangkitkan kenangan saat Timnas Indonesia berjuang dalam babak Kualifikasi Piala Dunia.
"Selebrasi setelah pertandingan terasa seperti saat kami menjalani Kualifikasi Piala Dunia lagi. Ketika melihat ke tribun dan menyaksikan wajah para suporter, rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata," tambah kiper yang kini membela FC Dallas di Major League Soccer Amerika Serikat ini.
Hasrat untuk mengangkat trofi regional edisi perdana ini menjadi motivasi terbesar bagi Paes sepanjang karier profesionalnya.
Ia mengakui bahwa koleksi trofinya belum banyak, sehingga kesempatan ini sangatlah berharga.
"Setiap pesepak bola pasti ingin memenangkan trofi, dan sepanjang karier saya, belum banyak trofi yang berhasil saya raih," tegas Paes.
Kesempatan tampil di laga puncak turnamen perdana FIFA ASEAN Cup ini, apalagi di hadapan ribuan pendukung sendiri, memiliki arti yang sangat mendalam bagi sang penjaga gawang.
Ini menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Asia Tenggara dan bagi Paes pribadi.
"Jadi, mendapat kesempatan untuk meraih satu trofi di sini, pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup, di hadapan pendukung sendiri, sangat berarti bagi saya," katanya.
Pengalaman berharga yang dirasakan Paes selama beberapa pekan terakhir tidak hanya terbatas pada kejadian di dalam lapangan hijau.
Menurutnya, ada pelajaran berharga di luar urusan sepak bola yang akan selalu ia kenang.
"Hal yang akan saya kenang dari beberapa pekan ini bukan hanya soal sepak bola," tambahnya.
Keharmonisan di dalam ruang ganti, kata Paes, menjadi faktor kunci yang mempererat kebersamaan seluruh elemen tim nasional.
Ia menceritakan momen berkesan yang memperlihatkan kedalaman ikatan tim.
"Sebelum pertandingan melawan Malaysia, salah satu fisioterapis kami menyampaikan pidato dari hati," jelas Maarten Paes.
Pendekatan emosional staf tim tersebut memberikan dorongan semangat tersendiri bagi para pilar Garuda sebelum bertanding.
"Kata-katanya terdengar seperti puisi. Dia juga orang yang mengajari saya lagu-lagu saat saya sedang menjalani sesi pijat," tutur Paes, menggambarkan kedekatan personel tim.
Keberagaman latar belakang para pilar tim justru menjadi kekuatan utama yang menyatukan skuad Indonesia.
Paes memandang hal ini sebagai inti dari identitas tim yang solid.
"Bagi saya, itulah gambaran tim ini: orang-orang dari latar belakang berbeda yang bersatu sebagai satu kelompok," kata Paes.
Modal penting Indonesia menuju laga pemungkas adalah hasil konsisten berupa dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua catatan tanpa kebobolan melawan rival langsung di fase grup.
"Dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua clean sheet melawan rival langsung kami," ungkap Paes.
Perkembangan positif yang ditunjukkan skuad Garuda diyakini bakal menjadi pijakan kuat saat menghadapi Thailand, tim yang juga memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola Asia Tenggara.
"Tim ini semakin matang di setiap pertandingan, dan itu menunjukkan betapa jauhnya perkembangan sepak bola Indonesia. Besok, kami akan menghadapi Thailand," pungkasnya, optimistis menghadapi tantangan di final.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor












