Manchester United Bantai Ipswich 5-2 di Old Trafford, Diwarnai Gol Kontroversial dan Debut Gemilang

Manchester United berhasil memetik kemenangan perdana mereka musim ini setelah menundukkan Ipswich Town dengan skor telak 5-2 dalam laga kandang Liga Primer di Stadion Old Trafford, Minggu (30/8/2026) malam WIB.
Kemenangan ini terasa krusial bagi Setan Merah, terutama setelah sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Leif Davis. Namun, tuan rumah sukses membalikkan keadaan melalui tiga gol impresif dari Bruno Fernandes, satu gol sumbangan Bryan Mbeumo, serta sebuah gol bunuh diri pemain lawan, Jacob Greaves. Sementara itu, Ipswich Town hanya mampu menambah satu gol hiburan dari Chuba Akpom.
Momen paling banyak menjadi perbincangan adalah proses gol kedua Manchester United pada menit ke-56, yang berasal dari gol bunuh diri Jacob Greaves. Gol tersebut sempat memicu peninjauan oleh Video Assistant Referee (VAR) karena bola berbelok arah setelah mengenai kaki Greaves usai tembakan Harry Maguire, yang sebelumnya tampak melakukan handball saat mengontrol bola.
Keputusan VAR untuk mengesahkan gol tersebut menuai perdebatan sengit, terutama terkait interpretasi frasa handball tidak disengaja. Banyak pihak mempertanyakan validitas gol tersebut mengingat sentuhan Maguire pada bola.
Namun, Liga Primer kemudian memberikan konfirmasi dan penjelasan resmi. Menurut mereka, pelanggaran handball tidak disengaja hanya akan dibatalkan jika bola langsung masuk ke gawang setelah menyentuh tangan pemain penyerang, atau jika gol dicetak langsung oleh pemain yang melakukan handball.
"Keputusan wasit mengenai gol Manchester United telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR, dengan kesimpulan bahwa Maguire bukan pencetak gol langsung setelah terjadi handball yang tidak disengaja," demikian keterangan resmi dari Liga Primer yang dikutip The Independent.
Pihak pengelola liga lebih lanjut menegaskan bahwa insiden itu murni akibat pantulan bola yang tidak secara langsung berbuah gol dari kaki Maguire. "Itu adalah gol bunuh diri dan handball yang tidak disengaja tidak dapat dihukum, sehingga kami merekomendasikan gol tersebut disahkan," tambah pernyataan tersebut, meredakan spekulasi.
Di luar kontroversi gol, penampilan gelandang muda Kobbie Mainoo menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan. Pemain berusia belia itu menunjukkan kematangan luar biasa sepanjang 70 menit di lapangan, mencatatkan 68 sentuhan dan tiga upaya tembakan, menurut data dari Whoscored.
Bek veteran Manchester United, Luke Shaw, secara terang-terangan memberikan pujian tinggi atas kontribusi Mainoo di lapangan tengah. Menurut Shaw, Mainoo tampil sangat dominan dan mengendalikan irama permainan tim.
"Saya ingin membicarakan Kobbie [Mainoo]. Menurut saya hari ini dia tampil kelas dunia, sangat luar biasa, caranya mengendalikan permainan dan mendorong kami ke depan," kata Luke Shaw seperti dilansir oleh BBC.
Shaw bahkan memilih sang gelandang muda sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut, mengungguli Bruno Fernandes yang mencetak hat-trick. Pilihan ini menggarisbawahi betapa signifikannya dampak Mainoo pada dinamika tim.
"Saya tahu Bruno mencetak hat-trick, tetapi saya memilih Mainoo sebagai man of the match. Dia masih sangat muda dan rasanya menyenangkan sekali melihatnya berkembang. Bagi saya, dia fenomenal hari ini. Pemimpin sejati di lini tengah," dia menegaskan, menyoroti potensi besar dan kepemimpinan yang ditunjukkan Mainoo di usianya yang masih muda.
Kemenangan besar ini tidak hanya menjadi awal positif di musim kompetisi, tetapi juga memberikan dorongan moral yang besar bagi Manchester United. Penampilan kolektif yang solid, ditambah dengan munculnya bakat muda seperti Mainoo, mengindikasikan prospek yang cerah bagi tim asuhan Erik ten Hag ke depannya.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











