
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, mengevaluasi hasil imbang 2-2 timnya kontra Bayern Munchen di fase liga Liga Champions sebagai pencapaian yang adil.
Meski demikian, Odegaard merasa The Gunners sebenarnya memiliki potensi besar untuk membawa pulang kemenangan penuh dari Allianz Arena, markas raksasa Jerman tersebut.
Pertandingan leg ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027 yang berlangsung ketat itu berakhir dengan Arsenal membawa pulang satu poin krusial dari Munich. Laga yang digelar pada Kamis dini hari WIB, 22 Oktober 2026, tersebut memperlihatkan kedua tim saling jual beli serangan.
Arsenal sempat memimpin terlebih dahulu melalui gol Eberechi Eze pada menit ke-24. Gol tersebut lahir dari visi cemerlang Odegaard yang mengirimkan umpan panjang terukur.
Tuan rumah Bayern kemudian bangkit dan berhasil membalikkan keadaan. Gol Alphonso Davies dan penalti Harry Kane di babak kedua membawa mereka unggul, menambah tekanan kepada tim tamu.
Namun, tim asuhan Mikel Arteta tidak menyerah begitu saja. Declan Rice sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-82 lewat tembakan keras usai kerja sama apik dengan Viktor Gyokeres, memastikan Arsenal pulang dengan satu poin.
Hasil seri ini memperpanjang catatan impresif Arsenal menjadi 15 pertandingan tanpa kekalahan di fase liga Liga Champions. Pencapaian ini menegaskan konsistensi mereka di kancah Eropa.
Odegaard mengapresiasi performa timnya secara keseluruhan, meskipun ia tetap melihat ada beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan. Perbaikan ini krusial menjelang pertandingan Premier League melawan Everton akhir pekan ini.
"Ya, menurut saya hasil ini cukup adil, tetapi sejujurnya saya merasa kami juga bisa memenangkan pertandingan," ujar Odegaard, mengungkapkan campuran kepuasan dan penyesalan.
Ia melanjutkan, "Saya pikir kami melakukan banyak hal dengan baik, memulai pertandingan dengan sangat kuat, dan tampil bagus sepanjang laga." Kapten Norwegia itu mengakui tantangan berat menghadapi Bayern, yang dikenal dengan penjagaan satu lawan satu yang ketat dan kualitas individu pemainnya.
"Bayern adalah lawan yang sangat sulit dihadapi, dengan banyak penjagaan satu lawan satu, duel di seluruh area lapangan, serta kualitas pemain yang luar biasa," jelas Odegaard. "Menurut saya, kami tampil sangat baik dan hanya disayangkan tidak bisa meraih kemenangan, tetapi ini tetap merupakan penampilan yang kuat."
Gol pembuka Arsenal menjadi bukti nyata kecerdikan dan visi permainan Odegaard. Ia mampu melihat celah di belakang barisan pertahanan Bayern dan mengirimkan bola panjang dari area permainannya sendiri.
Bola akurat tersebut berhasil diterima Eze, yang kemudian menyelesaikannya dengan baik untuk membawa tim tamu unggul. Momen ini menunjukkan betapa pentingnya peran Odegaard sebagai otak serangan.
Odegaard menjelaskan bahwa ia sudah membaca pergerakan rekannya begitu melihat ada kesempatan untuk mengirimkan umpan berbahaya. "Saya melihat dia melakukan pergerakan dan ada ruang di belakang pertahanan, lalu saya bisa mengirimkan bola kepadanya," katanya.
Dia juga merasa lega karena Eze berhasil menjaga posisinya agar tetap dalam kondisi tidak offside saat menerima umpan terobosan tersebut. Penentuan posisi yang tepat menjadi kunci terciptanya gol.
Meskipun memulai laga dengan dominasi dan mencetak gol pertama, Arsenal sempat kehilangan kendali permainan. Bayern memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan tekanan dan membangun serangan, hingga akhirnya berhasil membalikkan kedudukan.
Respons positif diperlihatkan oleh Arsenal setelah tertinggal. Mereka terus berjuang mencari gol penyeimbang, menunjukkan mentalitas yang kuat dalam menghadapi tekanan tim tuan rumah.
"Kami memulai pertandingan dengan kuat dan mencetak gol pertama, tetapi setelah itu kami sempat kehilangan kendali," ungkap Odegaard. "Saya merasa kami melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk berjuang kembali ke dalam pertandingan dan setidaknya mendapatkan hasil imbang."
Pemain berusia 27 tahun itu menyimpulkan bahwa ada banyak hal positif yang dapat diambil dari laga tersebut, di samping beberapa area yang masih memerlukan perbaikan. "Secara keseluruhan ini merupakan penampilan yang bagus," tambahnya.
Arsenal tidak memiliki waktu banyak untuk beristirahat setelah laga krusial ini. Mereka harus segera memulihkan kondisi fisik dan mempersiapkan diri untuk pertandingan Premier League akhir pekan ini melawan Everton di Emirates Stadium.
Odegaard menyadari bahwa jadwal padat adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang pesepak bola profesional. Ia menyatakan kesiapan tim untuk menghadapi tantangan berikutnya.
"Ya, memang seperti itulah kehidupan kami sebagai pemain. Inilah yang kami inginkan," ucap Odegaard, menunjukkan antusiasme terhadap jadwal padat.
"Sekarang kami hanya ingin menatap pertandingan berikutnya, memulihkan kondisi, dan mempersiapkan diri. Ini akan menjadi ujian besar lainnya, dan akan menyenangkan bisa kembali ke Emirates Stadium, jadi saya menantikannya," pungkasnya, mengalihkan fokus penuh ke tantangan domestik.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor