
Era kejayaan Lionel Messi bersama tim nasional Argentina akan mencapai garis finis. Sang megabintang dijadwalkan melakoni laga perpisahan terakhirnya dalam seragam La Albiceleste saat menghadapi Benin pada Selasa, 6 Oktober 2026 mendatang.
Kepergian pemain berjuluk La Pulga ini tentu meninggalkan celah besar dalam struktur permainan tim. Selama lebih dari satu dekade, Messi menjadi arsitek utama yang membawa Argentina meraih gelar juara Copa America 2021, Piala Dunia 2022, hingga Copa America 2024.
Kini, publik sepak bola dunia menatap bagaimana Argentina membangun ulang identitas tim tanpa sang legenda. Meski kehilangan pengaruh sang kapten, Argentina diyakini tidak akan kehilangan statusnya sebagai kekuatan elite dunia karena masih memiliki kedalaman talenta muda yang mumpuni.
Tidak akan ada pemain yang mampu menggantikan peran magis Messi secara utuh. Argentina tidak perlu memaksakan diri mencari sosok kloning yang harus memiliki kemampuan serupa karena setiap era membawa karakteristik permainan yang berbeda.
Tanggung jawab kreativitas di lapangan kemungkinan besar akan dibagi secara kolektif kepada beberapa gelandang kreatif. Nama Nico Paz muncul ke permukaan sebagai kandidat kuat penerus estafet nomor punggung 10.
Gelandang serang yang saat ini membela klub Como 1907 tersebut memiliki visi permainan tajam yang dianggap sebagai fondasi masa depan serangan Argentina. Ia diprediksi akan menjadi otak permainan, sementara Franco Mastantuono disiapkan untuk memberikan dimensi berbeda melalui gaya bermain sayap yang eksplosif dan agresif.
Integrasi kedua pemain ini bisa menjadi senjata baru bagi pelatih untuk menjaga daya gedor lini depan. Di sisi lain, peran pemain senior seperti Julian Alvarez dan Lautaro Martinez akan bergeser menjadi katalisator transisi bagi para pemain muda tersebut.
Julian Alvarez, penyerang Atletico Madrid, diperkirakan memegang peranan vital untuk memimpin generasi baru berkat etos kerja tinggi dan ketajamannya di kotak penalti. Sementara itu, Claudio Echeverri juga dipantau sebagai proyek jangka panjang untuk memperkaya opsi lini serang.
Target realistis Argentina kini tertuju pada Copa America 2028 sebagai ujian perdana pasca-Messi. Dengan kematangan Paz dan Mastantuono, La Albiceleste diprediksi tetap memiliki kapasitas untuk bersaing memperebutkan trofi juara di turnamen regional tersebut.
Tantangan yang lebih besar akan tersaji pada Piala Dunia 2030 di mana skuat muda ini berada di usia emas. Argentina mungkin akan menargetkan posisi semifinal sebagai pencapaian yang wajar sebelum melanjutkan siklus regenerasi pemain pada tahun-tahun berikutnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun era sang megabintang usai, mesin sepak bola Argentina tetap berputar. Mereka mungkin tidak lagi memiliki Messi, tetapi mereka memiliki sistem yang terus melahirkan pemain berbakat untuk menjaga martabat sepak bola negara tersebut di level tertinggi.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor