Milisi Houthi Kuasai Pelabuhan Strategis Mokha di Laut Merah

Kelompok milisi Houthi yang didukung Iran berhasil merebut kendali atas Mokha, sebuah pelabuhan strategis yang terletak di pesisir Laut Merah.
Kemenangan militer ini tercapai setelah pertempuran sengit yang memaksa pasukan pemerintah Yaman mundur dari wilayah tersebut. Keberhasilan Houthi dalam menguasai Mokha menjadi pukulan telak bagi legitimasi pemerintah Yaman yang saat ini tengah berjuang mempertahankan otoritas di wilayah pesisir.
Mokha bukan sekadar pelabuhan biasa bagi perdagangan internasional. Wilayah ini berfungsi sebagai pintu gerbang krusial yang menghubungkan Laut Merah dengan Selat Bab el-Mandeb, jalur sempit yang dilalui jutaan barel minyak dan berbagai komoditas global setiap harinya.
Analisis pertahanan menunjukkan bahwa penguasaan area ini memberikan posisi tawar yang jauh lebih kuat bagi Houthi. Mereka kini memiliki jangkauan operasional yang lebih luas untuk melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial maupun militer yang melintasi jalur perdagangan vital dunia tersebut.
Eskalasi di Laut Merah ini memicu kekhawatiran serius di kalangan komunitas internasional. Banyak negara yang bergantung pada rantai pasok global kini memantau pergerakan kelompok tersebut dengan kewaspadaan tingkat tinggi karena risiko gangguan pada logistik laut sangat mungkin terjadi.
Konteks konflik Yaman sendiri merupakan perang saudara berkepanjangan yang melibatkan berbagai aktor regional sejak tahun 2014. Houthi, yang memposisikan diri sebagai faksi oposisi, memanfaatkan ketidakstabilan politik untuk terus memperluas pengaruh mereka di sepanjang pesisir barat Yaman.
Penguasaan pelabuhan ini juga dianggap sebagai simbol kekuatan aliansi Iran dalam mendukung proksinya di Timur Tengah. Langkah tersebut secara tidak langsung menekan kepentingan negara-negara tetangga Yaman serta kekuatan Barat yang memiliki akses strategis di kawasan tersebut.
Dampak ekonomi dari penguasaan wilayah ini bisa segera dirasakan melalui kenaikan biaya asuransi pengiriman barang. Jika ketegangan di sekitar Mokha tidak segera diredam, potensi kenaikan harga komoditas global akibat hambatan jalur distribusi menjadi skenario yang sangat mungkin dihadapi oleh pasar dunia dalam waktu dekat.
Pemerintah Yaman sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai strategi pemulihan wilayah tersebut. Situasi di lapangan terus berkembang secara dinamis, sementara perwakilan internasional tengah menjajaki kemungkinan diplomasi untuk mencegah konflik meluas ke wilayah perairan internasional lainnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)










