Militer Amerika Serikat Akhiri Kehadiran Dua Dekade di Irak Secara Resmi

Militer Amerika Serikat secara resmi mengakhiri kehadiran mereka di Irak setelah berlangsung selama dua dekade.
Proses penarikan pasukan ini menandai babak baru bagi negara yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan. Langkah ini sekaligus menutup lembaran keterlibatan militer skala besar yang dimulai sejak invasi pada 2003 silam.
Sebagai jurnalis yang menyaksikan awal mula invasi ini di lapangan, saya mencatat perubahan drastis dalam lanskap keamanan Irak.
Pada masa awal invasi, Baghdad menjadi pusat ketegangan dengan patroli militer yang terlihat di setiap sudut kota. Kini, pemandangan tersebut perlahan menghilang seiring dengan pergeseran mandat militer yang berfokus pada pelatihan serta asistensi logistik, bukan lagi kendali penuh atas teritori.
Dampak ekonomi dari dua dekade konflik ini tidak bisa dianggap remeh. Miliaran dolar, atau setara dengan triliunan rupiah, telah digelontorkan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk berbagai proyek pembangunan kembali infrastruktur yang hancur akibat perang.
Namun, tantangan bagi Irak tetap berat.













