Misteri Tuyul Tak Mampu Tembus Bank: Jejak Sejarah Kolonial

Mitos mengenai tuyul yang tak mampu menembus bank untuk mencuri uang telah lama beredar di masyarakat, memicu beragam spekulasi. Narasi umum sering menyebutkan ketakutan tuyul terhadap logam atau adanya 'penjaga' tak kasat mata di perbankan, namun penjelasan sebenarnya berakar pada sejarah.
Makhluk halus berwujud anak kecil plontos ini kerap diasosiasikan dengan pencurian uang tunai, bahkan barang atau dokumen berharga, seperti diungkap budayawan Suwardi Endraswara. Namun, pertanyaan besar selalu muncul: mengapa bank seolah 'kebal' dari aksi mereka?
Untuk memahami hal ini, kita perlu menengok jauh ke belakang, sekitar tahun 1870. Saat itu, Belanda menerapkan kebijakan pintu terbuka atau liberalisasi ekonomi yang menggantikan sistem tanam paksa. Perubahan ini melahirkan rezim kolonial baru.
Baca Juga:
- Simak Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru
- Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru
- Ripple Cetak RLUSD Baru, Harga XRP Melambung 19% Setelah Lama Terpuruk
Sistem baru ini memicu pengambilalihan kebun rakyat menjadi perkebunan besar dan pabrik gula, menyebabkan banyak petani kecil terpuruk dan makin miskin. Sebaliknya, sejumlah pedagang, baik pribumi maupun Tionghoa, justru hidup sejahtera secara mencolok.
Kekayaan mendadak para pedagang ini menimbulkan kebingungan dan kecemburuan di kalangan petani. Ong Hok Ham dalam "Wahyu yang Hilang Negeri yang Guncang" (2019) menjelaskan, masyarakat petani memandang penumpukan kekayaan sebagai proses terbuka yang asal-usulnya harus jelas terlihat.
Namun, kekayaan pedagang seringkali tidak transparan, memunculkan tudingan pencurian lewat cara haram, termasuk dari bantuan tuyul. Ong Hok Ham juga menyebut tuduhan ini membuat pedagang dan pengusaha kehilangan status terhormat di masyarakat.
Mereka dianggap memupuk kekayaan secara kotor, padahal penyebab sebenarnya adalah pergeseran kebijakan kolonial Belanda. Inilah alasan mengapa membeli tanah atau rumah mewah pada masa itu seringkali dituduh memelihara setan atau tuyul.
Dari sanalah popularitas mitos tuyul sebagai entitas mistis yang terhubung dengan kekayaan misterius, khususnya yang 'tidak wajar', terus berkembang hingga saat ini, termasuk pandangan ia tak dapat menjangkau sistem keuangan modern seperti bank.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)













