
Perusahaan kecerdasan buatan asal Perancis, Mistral, resmi memperkenalkan model terbaru mereka yang diberi nama Mistral Large 4 atau disingkat ML4. Model yang dijuluki Le Chonk ini hadir sebagai solusi terbuka yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pertahanan siber bagi perusahaan maupun lembaga pemerintah.
Istilah model terbuka merujuk pada perangkat lunak AI yang bobot parameter sistemnya dapat diakses secara publik, sehingga pengguna memiliki fleksibilitas untuk memeriksa atau memodifikasi kode tersebut sesuai kebutuhan. Ini berbeda dengan model tertutup yang sepenuhnya dikendalikan oleh penyedia layanan.
Kehadiran ML4 membawa angin segar di tengah persaingan ketat antara model terbuka dan model tertutup. Banyak pihak kini mulai melirik solusi terbuka sebagai alternatif yang lebih aman setelah beberapa insiden keamanan siber melibatkan model buatan perusahaan besar seperti OpenAI dan Anthropic.
Mistral mengklaim Le Chonk memiliki ukuran satu triliun parameter, yang memungkinkan kontrol penuh di tangan pengguna. Pemilik perusahaan tidak perlu khawatir akses mereka dicabut secara tiba-tiba oleh pengembang, sebuah risiko yang kerap muncul pada model tertutup.
Guillaume Lample selaku salah satu pendiri Mistral menjelaskan bahwa kemampuan pertahanan siber pada ML4 memungkinkan institusi untuk melindungi diri dari ancaman peretas. Para peretas sering mencoba membobol atau melakukan jailbreak terhadap model tertutup untuk melancarkan serangan siber berbahaya.
Perusahaan berencana merilis bobot model ini secara resmi pada 27 Oktober mendatang. Jeda waktu satu bulan ini digunakan Mistral untuk berkolaborasi dengan para ahli keamanan siber guna menguji perilaku model di lingkungan dunia nyata.
Praktek pengujian intensif ini menjadi standar baru bagi pengembang AI sebelum merilis produk ke publik. Langkah tersebut serupa dengan yang dilakukan oleh laboratorium AI raksasa di Amerika Serikat dalam upaya meminimalisir risiko kegagalan sistem.
Dari sisi efisiensi, Mistral berhasil melatih ML4 dari nol hanya dengan menggunakan 4.000 unit GPU Nvidia Grace Blackwell selama dua bulan. Sebagai perbandingan, model sekelas GPT-6 Astra milik OpenAI membutuhkan sekitar 100.000 unit GPU untuk proses pelatihan.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa model yang lebih ramping tetap mampu bersaing dalam hal performa. Mistral menyatakan bahwa model ini nantinya juga akan menjadi basis bagi pengembangan berbagai solusi AI yang lebih terspesialisasi di masa depan.
Selain unggul dalam aspek pertahanan, Le Chonk juga dirancang untuk kebutuhan sektor keuangan dan tugas multimodal. Hasil pengujian awal menunjukkan performa yang cukup kompetitif dibandingkan model lain di kelasnya, terutama untuk tugas visi komputer dan analisis hukum.
Komitmen terhadap kedaulatan data juga menjadi pilar utama dalam pengembangan produk ini. Mistral menegaskan pelanggan dapat menyebarkan model secara mandiri atau melalui API di wilayah pilihan mereka, termasuk di pusat data mereka yang berada dalam yurisdiksi Uni Eropa.
Langkah ini memberikan ketenangan bagi perusahaan di Eropa yang memiliki aturan perlindungan data sangat ketat. Dengan kendali penuh di tangan pengguna, Mistral berusaha menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam ekosistem AI yang transparan dan aman bagi bisnis skala global.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor