Mitos 10.000 Langkah Per Hari, Dokter Sarankan Target Sesuai Kondisi Tubuh

Target harian 10.000 langkah kerap dianggap sebagai standar emas kebugaran bagi setiap orang.
Padahal, dokter spesialis olahraga dr. Andhika Respati, Sp.KO, menegaskan bahwa angka tersebut tidak harus menjadi patokan mutlak bagi semua individu. Ia menyatakan bahwa sasaran aktivitas fisik semestinya disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi kesehatan masing-masing orang.
Penyesuaian target langkah harian sangat diperlukan bagi kelompok dengan kondisi medis khusus. Pasien dengan obesitas, diabetes, maupun osteoarthritis tidak bisa dipaksakan mengikuti standar langkah yang sama dengan orang sehat secara umum. Memaksakan intensitas berlebih justru berisiko memperburuk kondisi fisik mereka.
Andhika menyampaikan hal tersebut dalam acara bincang-bincang Beyond Basic Tracking di Prodia Tower, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam menjaga kebugaran tidak semata-mata diukur dari pencapaian angka pada perangkat pelacak.
Bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, memilih jenis olahraga lain merupakan langkah bijak. Sebagai contoh, bersepeda menjadi opsi alternatif yang sangat efektif.
Meskipun tidak terhitung dalam akumulasi langkah, bersepeda memberikan manfaat kesehatan yang setara melalui durasi waktu pengerjaannya. Penilaian aktivitas fisik idealnya mencakup jenis latihan serta durasi yang dijalani, bukan sekadar jumlah langkah kaki.
Saat ini, banyak masyarakat mengandalkan perangkat wearable seperti jam tangan pintar atau smartwatch untuk memantau pergerakan harian. Namun, Andhika mengingatkan agar data yang tersaji tidak ditelan mentah-mentah.
Sering kali, perangkat tersebut tidak mampu menangkap jenis aktivitas lain seperti bersepeda secara akurat. Sebaliknya, gerakan tangan di dalam kendaraan terkadang bisa terbaca sebagai langkah oleh sensor alat tersebut.
Merespons kebutuhan akan pemantauan kesehatan yang lebih personal, aplikasi U by Prodia meluncurkan fitur U-Buddy. Fitur ini menawarkan sistem rekomendasi langkah yang dipersonalisasi berdasarkan profil kesehatan pengguna.
Pengguna dapat menyesuaikan target harian mereka setelah berkonsultasi dengan tenaga medis ahli. Langkah ini memastikan bahwa setiap individu memiliki target yang realistis dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Platform ini juga mendukung integrasi data dari Apple Health dan Google Health Connect. Dengan mengonsolidasikan berbagai catatan aktivitas ke dalam satu ekosistem, pengguna bisa mendapatkan gambaran kesehatan yang jauh lebih komprehensif daripada hanya berpatokan pada satu metrik angka saja.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor









