Arus Keluar Bitcoin ETF AS Capai Rp7,6 Triliun, Terbesar Sejak Juni

Dana yang dikelola melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih mencapai USD 484,9 juta atau sekitar Rp7,6 triliun pada hari Rabu.
Angka ini menunjukkan pembalikan tren setelah satu hari sebelumnya, yakni pada Selasa, produk investasi tersebut sempat membukukan arus masuk bersih sebesar USD 118,8 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Pelepasan aset ini menjadi catatan arus keluar harian terbesar sejak 25 Juni silam, saat dana investor yang ditarik mencapai USD 691,7 juta atau setara dengan Rp10,8 triliun menurut data Farside Investors.
Pencapaian negatif ini menghapus seluruh keuntungan arus masuk bersih sebesar USD 321,6 juta atau sekitar Rp5 triliun yang sempat dicatatkan selama empat sesi perdagangan pertama bulan Oktober. Kondisi ini menempatkan posisi bulanan Bitcoin ETF ke angka arus keluar bersih sekitar USD 163 juta atau setara dengan Rp2,5 triliun.
Produk iShares Bitcoin Trust dari BlackRock mencatatkan penarikan dana paling signifikan pada Rabu dengan total USD 207,7 juta, disusul oleh FBTC milik Fidelity dengan nilai USD 105,1 juta dan ARKB dari ARK 21Shares senilai USD 101,7 juta. Sebagai catatan, ETF merupakan instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa saham layaknya saham biasa, namun aset dasarnya berupa mata uang kripto.
Di sisi lain, harga Bitcoin sempat berada di kisaran USD 82.700 atau sekitar Rp1,29 miliar pada Kamis, mencerminkan penurunan sekitar 2 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir menurut platform data CoinGecko. Pergerakan harga ini seringkali dipengaruhi oleh sentimen pasar global serta kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang memengaruhi minat investor institusi terhadap aset berisiko tinggi.
Pasar aset digital tidak hanya mengalami tekanan pada Bitcoin, karena ETF Ether spot di Amerika Serikat juga mencatat arus keluar bersih sebesar USD 160,9 juta atau sekitar Rp2,5 triliun pada hari yang sama. Fenomena ini memperpanjang tren negatif selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut bagi produk investasi berbasis Ether tersebut.
Sejak 29 September, dana yang keluar dari produk Ether telah mencapai sekitar USD 569 juta atau setara dengan Rp8,9 triliun. Produk iShares Ethereum Trust dari BlackRock menyumbang porsi terbesar dari penarikan tersebut dengan nilai USD 116,1 juta, diikuti oleh Grayscale Ethereum Trust dengan arus keluar sebesar USD 25,8 juta.
Kinerja produk investasi kripto yang volatil ini mencerminkan sikap hati-hati para investor di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Banyak analis memantau pergerakan arus modal ini sebagai indikator sentimen pasar institusional terhadap masa depan aset kripto dalam portofolio investasi global mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor














