Nova Widianto Kembali ke PBSI, Targetkan Kebangkitan Ganda Campuran Indonesia

Nova Widianto resmi kembali menjadi bagian dari jajaran pelatih Pelatnas PBSI untuk sektor ganda campuran. Kembalinya mantan pebulu tangkis andalan Indonesia ini diharapkan mampu mendongkrak prestasi ganda campuran yang sempat mengalami pasang surut dalam satu dekade terakhir.
Keputusan tersebut diambil setelah Nova menuntaskan masa kontraknya bersama Asosiasi Badminton Malaysia atau BAM pada akhir Juli 2026. Selama berkarier di Negeri Jiran sejak Januari 2023, Nova mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa pasangan Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei menjadi juara dunia pada tahun 2025.
Nova mengakui bahwa tantangan yang ia hadapi di Indonesia sangat besar. Fokus utama yang ia siapkan meliputi perbaikan mental bertanding serta pembenahan pola pikir para atlet agar mereka memiliki konsistensi lebih tinggi saat berkompetisi di turnamen internasional.
Ada tugas berat di sini tapi saya sudah siap, tutur Nova Widianto.
Ia menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan sektor ganda campuran Indonesia ke posisi puncak. Strategi yang akan ia jalankan melibatkan perombakan fondasi agar kesalahan teknis maupun non-teknis yang pernah terjadi di masa lalu tidak kembali terulang.
Ya kita mulai dari nol lagi, jangan buat seperti yang kemarin, ujar Nova.
Langkah ini membawa optimisme bagi para pecinta bulu tangkis tanah air yang merindukan masa keemasan ganda campuran. Sektor ini sebelumnya pernah mendominasi dunia di bawah tangan dingin Richard Mainaky, yang melahirkan legenda seperti Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.
Nova sendiri merupakan bagian dari sejarah besar tersebut, saat ia berpasangan dengan Liliyana Natsir meraih dua gelar juara dunia pada 2005 dan 2007. Duet mereka juga menyumbangkan medali perak pada Olimpiade Beijing 2008 yang membanggakan Indonesia.
Meski harus membangun ulang kerangka tim, pelatih berusia 48 tahun ini tetap menaruh keyakinan pada potensi para pemain muda Indonesia saat ini. Baginya, kolaborasi antara kerja keras atlet dan pelatih adalah kunci utama untuk mencapai kesuksesan di masa depan.
Kita harus optimis, kalau mereka mau bekerja keras dan saya sebagai pelatih juga bekerja keras, saya rasa tidak susah, tambah Nova dengan nada penuh keyakinan.
Agenda terdekat bagi sektor ganda campuran adalah Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Ajang olahraga multicabang tingkat Asia ini menjadi ujian pertama bagi racikan strategi baru Nova Widianto di Pelatnas.
PBSI telah menunjuk dua pasangan untuk berlaga di Jepang, yakni Amri Syahnawi dengan Nita Violina Marwah serta Nikolaus Joaquin dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Keempat pemain ini diharapkan dapat menunjukkan progres signifikan di bawah pengawasan langsung sang pelatih baru.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











