OpenAI Klaim Model AI Rahasia Pecahkan Ratusan Soal Matematika Rumit

OpenAI baru saja memublikasikan 722 naskah matematika melalui platform GitHub pada hari Selasa lalu. Seluruh naskah tersebut dihasilkan oleh model kecerdasan buatan internal yang hingga saat ini belum dirilis ke publik.
Seorang perwakilan OpenAI menyatakan bahwa hampir seluruh hasil kerja tersebut berasal dari satu perintah atau prompt tunggal kepada satu agen AI. Meski demikian, perusahaan mengakui bahwa beberapa soal mungkin memerlukan percobaan lebih dari sekali untuk diselesaikan.
Klaim ini muncul sebagai terobosan signifikan dalam bidang matematika yang sangat kompleks. Namun, tidak semua akademisi memberikan respons positif atau merasa yakin dengan pengumuman tersebut.
Matematikawan dari Massachusetts Institute of Technology, Andrew Sutherland, meminta bukti nyata atas klaim tersebut. Menurutnya, klaim mengenai penyelesaian soal matematika dalam sekali percobaan oleh satu agen AI harus dianggap belum terverifikasi sebelum modelnya dirilis agar bisa diuji oleh pihak luar.
Naskah yang dirilis terbagi dalam 372 kelompok hasil terkait. Satu kelompok dapat berisi teorema utama beserta argumen pendukung, konsekuensi dari teorema tersebut, atau pembuktian alternatif.
Jumlah 722 merujuk pada total naskah yang diterbitkan, bukan jumlah masalah matematika yang berhasil dipecahkan. Pihak OpenAI menyebutkan telah memberikan sekitar 4.000 soal kepada model mereka dan hanya memublikasikan hasil yang dinilai cukup signifikan.
Berdasarkan catatan OpenAI, rata-rata hasil pengerjaan memerlukan daya komputasi setara dengan tiga jam pemrosesan ChatGPT Pro. Hal ini berbeda jauh dengan klaim penyelesaian Navier-Stokes bulan lalu yang melibatkan 10.000 agen selama 88 jam.
OpenAI telah menyediakan ringkasan penalaran untuk 10 hasil penelitian tersebut. Namun, hanya 162 dari 722 naskah yang menyertakan hasil utama yang telah diverifikasi oleh sistem komputer bernama Lean.
Lean adalah perangkat lunak yang berfungsi memeriksa setiap langkah logika secara mekanis. Hanya sekitar 22 persen dari total koleksi naskah yang telah melalui proses formalisasi tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367210/original/084659200_1791337156-messi_2.jpg)


