Pendaftaran OMI Kemenag 2026 Dibuka, Simak Jadwal Lengkap dan Syaratnya

Kementerian Agama resmi membuka pendaftaran Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI 2026 pada 27 Agustus 2026. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi siswa madrasah serta sekolah umum sederajat untuk menunjukkan kemampuan terbaik di bidang sains dan riset.
Pendaftaran ajang ini hanya berlangsung selama tujuh hari hingga 2 September 2026. Seluruh calon peserta wajib melakukan pendaftaran secara mandiri melalui laman resmi omi.kemenag.go.id agar dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
Tahun ini, kompetisi dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni bidang sains dan bidang riset. Keduanya memiliki mekanisme seleksi yang berbeda sehingga calon peserta perlu memperhatikan alur serta jadwal masing-masing agar tidak terlewat.
Baca Juga:
- INACA Desak Pemerintah Percepat Penanganan Gangguan Penerbangan akibat Karhutla
- Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK, DPR Panggil Kemendiktisaintek
- Menko Yusril Bantah Pemerintah Bekukan Rekening Aktivis Pati
Untuk bidang sains, proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten atau kota. Peserta akan melewati serangkaian tahapan mulai dari uji coba, tes daerah, hingga seleksi tingkat provinsi sebelum menuju babak nasional pada November 2026.
Proses seleksi berjenjang ini bertujuan untuk menyaring talenta terbaik dari setiap daerah. Langkah ini memastikan bahwa siswa yang berkompetisi di tingkat nasional memang memiliki standar kemampuan yang mumpuni dalam penguasaan materi sains.
Berbeda dengan sains, bidang riset menuntut proses yang jauh lebih panjang dan mendalam. Pendaftaran kategori ini bahkan sudah dimulai sejak 22 Agustus 2026 melalui sistem unggah proposal penelitian secara daring.
Setelah proposal masuk, peserta akan melewati tahap presentasi, masa pembimbingan, hingga eksekusi penelitian. Rangkaian ini akan ditutup dengan Expo riset yang dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan final bidang sains pada November 2026.
Ketentuan ini memperlihatkan bahwa bidang riset menuntut komitmen waktu dan konsistensi tinggi dari setiap siswa. Peneliti muda tidak hanya diuji lewat teori, melainkan harus mampu menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Sebagai informasi, OMI merupakan agenda rutin Kementerian Agama untuk memetakan kualitas pendidikan sains di lingkungan madrasah. Melalui ajang ini, pemerintah berharap dapat mencetak generasi yang mampu bersaing dalam kompetisi riset skala nasional maupun internasional.
Pihak penyelenggara menekankan agar setiap peserta mencermati lini masa yang telah ditetapkan. Mengingat waktu pendaftaran yang cukup singkat, ketelitian dalam melengkapi syarat administrasi di laman resmi menjadi hal utama bagi para calon peserta.
Siswa yang berhasil melalui seluruh tahapan akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak budaya literasi ilmiah di tingkat satuan pendidikan, baik di lingkungan sekolah agama maupun sekolah umum di seluruh penjuru Tanah Air.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor












