Pengakuan Pembelot Iran: Sisi Gelap Aparat Keamanan dan Operasi Senyap Rezim

Dua mantan pejabat tinggi keamanan Iran secara terbuka mengungkap mekanisme internal rezim yang selama ini tertutup rapat dari dunia luar. Kesaksian mereka memberikan gambaran mengenai cara kerja aparat dalam melanggengkan kekuasaan di tengah tekanan internasional dan gelombang protes domestik.
Omid, seorang mantan komandan pasukan khusus, menuturkan bahwa para rekrutmen muda didoktrin sejak hari pertama melalui pendidikan militer yang diawasi ketat. Mereka ditempa untuk memegang teguh loyalitas mutlak kepada Pemimpin Tertinggi Iran melalui rutinitas doa serta pidato politis yang intens.
Sistem ini menciptakan lapisan elite yang memiliki akses terhadap sumber daya tanpa batas untuk menjalankan misi khusus. Menurut Omid, kelompok ini bertanggung jawab atas serangkaian operasi rahasia, termasuk penculikan hingga pembunuhan terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas rezim.
Kesaksian Omid diperkuat oleh seorang informan kedua yang dikenal dengan nama Reza, seorang mantan anggota Kementerian Informasi Iran. Keduanya menyebut adanya pusat komando rahasia yang memantau pergerakan warga melalui kamera pengawas dan data media sosial secara waktu nyata.
Pemerintah Iran melalui kedutaan besarnya di Berlin dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak mengakui validitas kesimpulan yang ditarik oleh pihak luar terhadap mekanisme pertahanan negara.
Para aparat keamanan ini hidup dalam lingkungan yang sangat terisolasi, bahkan bagi keluarga mereka sendiri. Omid menjelaskan bahwa rezim mengontrol aspek kehidupan paling pribadi, seperti sekolah pilihan anak hingga larangan menggunakan perangkat satelit di kompleks perumahan khusus yang disediakan negara.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor
















