
Timnas Thailand harus menerima kekalahan pahit dari Vietnam dengan skor 0-2 pada pertandingan leg pertama final Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu malam. Meski menelan kekalahan di hadapan pendukung sendiri, skuad berjuluk Gajah Perang tersebut masih menyimpan optimisme tinggi untuk membalikkan keadaan pada pertemuan kedua di Hanoi.
Dua gol kemenangan tim tamu masing-masing dicetak oleh Nguyen Hai Long dan Nguyen Quang Hai yang membuat langkah Thailand mempertahankan gengsi di kawasan Asia Tenggara menjadi lebih berat.
Kekalahan ini tergolong mengejutkan bagi publik tuan rumah mengingat Thailand merupakan tim tersukses dalam sejarah turnamen ini dengan koleksi gelar terbanyak. Sebaliknya, Vietnam tampil disiplin sebagai juara bertahan yang mengandalkan pertahanan rapat serta serangan balik cepat yang efektif. Hasil ini memberikan keuntungan besar bagi skuad asuhan pelatih Vietnam sebelum mereka menjamu Thailand di Stadion My Dinh.
Baca Juga:
Pelatih timnas Thailand, Anthony Hudson, menegaskan bahwa peluang timnya untuk merebut trofi juara masih terbuka lebar meskipun harus mengejar defisit dua gol di kandang lawan. Hudson menyatakan kesiapan skuadnya untuk berjuang habis-habisan pada laga penentuan yang akan digelar Rabu mendatang.
"Jelas kecewa dengan hasilnya, saya pikir kami bisa mendapat peluang lebih lagi," ujar juru taktik asal Amerika Serikat tersebut.
Hudson mengapresiasi penampilan gemilang penjaga gawang Vietnam yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut. Baginya, penghargaan itu membuktikan bahwa Thailand sebenarnya mampu memberikan tekanan bertubi-tubi ke lini pertahanan lawan. Hudson menambahkan bahwa seluruh staf pelatih dan pemain masih memiliki keyakinan besar untuk membalikkan keadaan.
Keyakinan ini yang membuat Hudson tetap bersemangat memimpin anak asuhnya terbang ke Hanoi untuk melakoni laga leg kedua. Dia berkelakar bahwa jika dirinya meragukan kemampuan timnya, dia tidak akan mau membuang waktu untuk menempuh perjalanan udara ke Vietnam.
"Satu gol di Hanoi, satu gol, dan kemungkinan akan kembali terbuka," kata Hudson menerangkan skenario kebangkitan timnya.
Tantangan terbesar yang dihadapi Thailand saat ini adalah memulihkan kebugaran fisik pemain dalam waktu singkat yang hanya berkisar tiga hari. Jadwal pertandingan yang padat menuntut Seksan Ratree dan rekan-rekan setimnya melakukan pemulihan secara maksimal agar bisa tampil bugar. Hudson menilai pemulihan fisik yang cepat merupakan kunci utama bagi kesuksesan strategi mereka di Hanoi.
"Saya percaya pada tim ini, kalau kami bisa melewati semua ini dan para pemain berangkat ke Vietnam dengan segar, seratus persen, kami masih punya kesempatan," ucapnya. Skuad Gajah Perang kini harus fokus penuh demi meredam ambisi Vietnam yang ingin mengawinkan gelar juara beruntun.
Pertemuan antara dua kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara ini selalu menyajikan tensi tinggi di dalam maupun luar lapangan hijau. Secara historis, mengejar ketertinggalan dua gol di markas Vietnam merupakan misi yang sangat sulit bagi tim mana pun di kawasan ini. Stadion My Dinh dikenal memiliki atmosfer intimidatif yang kerap menyulitkan tim tamu yang datang dengan tekanan harus menang.
Pertandingan leg kedua nanti akan menjadi pembuktian apakah taktik Hudson mampu meredam dominasi taktis Vietnam sekaligus membawa pulang trofi Piala AFF ke Bangkok.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor
