Mitchell Baker Raih Sepatu Emas FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Lima Gol

Penyerang Timnas Indonesia, Mitchell Baker, resmi menyabet gelar top skor FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengumpulkan lima gol sepanjang perhelatan turnamen tersebut.
Keberhasilan Baker menjadi pencetak gol terbanyak melengkapi momen bersejarah bagi skuad Garuda yang baru saja memastikan gelar juara. Timnas Indonesia sukses menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10).
Pertandingan final tersebut berlangsung sengit dan harus ditentukan lewat babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Indonesia mencetak gol melalui Dean James pada menit ke-84 serta Elkan Baggott pada menit ke-116.
Sementara itu, Thailand memberikan perlawanan tangguh melalui gol yang dicetak oleh Iklas Santon pada menit ke-87 dan Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111. Meskipun Baker tidak menyumbangkan gol di laga puncak, koleksi lima golnya tetap tidak mampu dilampaui oleh pemain lainnya.
Seluruh pundi-pundi gol pemain berusia 19 tahun ini tercipta dalam satu pertandingan yang luar biasa. Ia mencetak quintrick atau lima gol sekaligus saat Indonesia menang telak 9-2 atas Bangladesh dalam laga terakhir Grup A.
Pesaing terdekat Baker adalah striker naturalisasi asal Malaysia, Bergson da Silva, yang menempati posisi kedua dengan total empat gol. Di urutan ketiga, pemain Filipina yakni Bjorn Martin Kristensen berhasil mengumpulkan tiga gol selama turnamen berlangsung.
Selain nama-nama tersebut, terdapat empat pemain lain yang masing-masing mencatatkan dua gol. Mereka adalah Arif Aiman dari Malaysia, duo pemain Thailand yakni Teerasak Poeiphimai dan Iklas Sanron, serta penyerang Vietnam Nguyen Dinh Bac.
Catatan statistik menunjukkan produktivitas gol yang cukup tinggi selama ajang ini digelar. Total terdapat 19 gol yang tercipta sepanjang tujuh pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 dengan rata-rata 2,71 gol per pertandingan.
Keberhasilan Baker meraih sepatu emas menegaskan dominasi lini depan Indonesia di kompetisi level Asia Tenggara tahun ini. Performa konsisten di fase grup menjadi kunci bagi pemain muda tersebut untuk mengamankan predikat individu paling bergengsi.
Pencapaian ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi karier profesional Baker ke depan. Federasi sepak bola nasional kini fokus menatap kompetisi selanjutnya dengan tetap mengandalkan talenta muda berbakat seperti dirinya di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor














