
Pinterest resmi memperkenalkan fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dirancang untuk mempermudah pengguna saat ingin mengubah inspirasi gaya menjadi rencana nyata.
Fitur bernama Beauty Guides ini memanfaatkan teknologi Pinterest Intelligence untuk menerjemahkan visual dari unggahan foto kecantikan menjadi instruksi teknis. Pengguna kini dapat lebih mudah berkomunikasi dengan penata rambut atau seniman kuku saat berkunjung ke salon.
Sering kali, pengguna membawa referensi foto namun kesulitan menjelaskan istilah spesifik kepada profesional. Inovasi ini hadir untuk memecahkan hambatan tersebut dengan menyediakan terminologi teknis yang akurat.
Teknologi ini mampu menerjemahkan inspirasi visual ke dalam istilah profesional seperti balayage, root melt, atau bentuk kuku almond. Istilah tersebut merupakan teknik pewarnaan atau pembentukan kuku yang umum diketahui praktisi namun kerap membingungkan bagi pelanggan awam.
Selain memberikan panduan istilah, fitur ini menawarkan informasi pendukung mengenai estimasi durasi pengerjaan di salon. Pengguna bahkan bisa mengetahui perkiraan biaya untuk setiap prosedur yang diinginkan.
Informasi biaya tersebut cukup membantu mengingat beberapa layanan premium, seperti teknik balayage, bisa mencapai ratusan dolar atau setara jutaan rupiah. Sebagai gambaran, jika sebuah layanan dihargai USD 200, maka biayanya setara dengan Rp3,1 juta.
Cara mengakses fitur ini cukup sederhana melalui tombol khusus bernama Get the Guide yang tersedia di dalam aplikasi. Setelah menekan tombol tersebut, sistem akan memberikan rincian lengkap mengenai apa yang harus diminta kepada penata rambut atau teknisi kuku.
Detail tersebut mencakup teknik spesifik untuk mencapai tampilan serupa, durasi pengerjaan, hingga rentang harga yang mungkin dikenakan. Pengguna juga mendapatkan panduan pemeliharaan, seperti frekuensi yang disarankan untuk melakukan toning atau merapikan potongan rambut secara berkala.
Pada tahap peluncuran awal, fitur ini baru bisa digunakan untuk konten yang berkaitan dengan gaya rambut, pewarnaan rambut, serta bentuk dan hasil akhir kuku. Langkah ini menjadi cerminan bagaimana perusahaan teknologi mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam rutinitas harian pengguna.
Tren membawa foto referensi ke salon memang sudah lama dilakukan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pinterest berupaya meningkatkan efisiensi proses tersebut agar diskusi antara pelanggan dan penyedia jasa menjadi lebih terarah.
Dengan dukungan data yang lebih konkret, ekspektasi hasil akhir diharapkan bisa lebih sesuai dengan keinginan pengguna. Inovasi ini memperkuat posisi Pinterest sebagai platform yang tidak hanya sekadar tempat mencari inspirasi visual, tetapi juga alat pendukung keputusan yang praktis.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor