Proses Naturalisasi Demiane Agustien Pemain Arsenal U-21 ke Timnas Indonesia

Gelandang muda berbakat milik Arsenal U-21 Demiane Agustien dilaporkan tengah menjalani proses naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi panjang PSSI untuk memperdalam komposisi skuad Garuda dengan pemain berkualitas yang berkompetisi di liga top Eropa.
Kabar mengenai perkembangan status kewarganegaraan pemain berusia 19 tahun tersebut mulai menemukan titik terang bagi para pendukung sepak bola nasional.
Staf Khusus Menteri Hukum Bidang Transformasi Digital, Noor Korompot, mengonfirmasi bahwa tim pengacara PSSI saat ini sedang menangani proses administrasi pemain kelahiran Belanda itu. Informasi tersebut dibagikan melalui akun Instagram resminya pada Selasa, 13 Oktober 2026. Hal ini langsung menjadi sorotan publik mengingat reputasi Agustien sebagai didikan akademi Arsenal yang cukup bergengsi di Inggris.
Pernyataan tersebut memberikan harapan baru bagi lini tengah tim nasional yang sedang membutuhkan tambahan tenaga segar. Arsenal U-21 sendiri merupakan tim cadangan dari klub raksasa Liga Inggris yang dikenal sering melahirkan pemain kelas dunia lewat sistem akademi Hale End.
Noor menjelaskan bahwa Demiane Agustien memiliki garis keturunan Indonesia yang sangat kuat dari pihak ibunya.
Sang ibu diketahui memiliki darah campuran Mesir dan Indonesia, sementara nenek dari jalur ibunya lahir langsung di tanah air. Kondisi ini memudahkan proses naturalisasi karena memenuhi kriteria utama pemerintah terkait hubungan darah dengan Indonesia. Tanpa adanya bukti keturunan yang jelas, proses perpindahan kewarganegaraan seorang pemain akan jauh lebih sulit dan memakan waktu lama.
Saat ini, tim hukum federasi sedang bekerja keras memastikan seluruh berkas legalitas sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Proses tersebut dilakukan secara bertahap melalui koordinasi antarlembaga pemerintah yang berwenang.
"Prosesnya, Insha Allah. Tim Lawyer PSSI sedang bekerja," ungkap Noor saat memberikan informasi mengenai perkembangan terkini Demiane Agustien.
Selain masalah administrasi negara, status Agustien sebagai pemain yang pernah membela tim nasional negara lain juga menjadi perhatian serius. Ia tercatat pernah memperkuat tim nasional kelompok umur Belanda serta Curacao dalam beberapa pertandingan internasional. Federasi harus memastikan perpindahan asosiasi pemain ini sejalan dengan regulasi FIFA agar tidak terjadi sengketa status pemain di kemudian hari.
Aturan FIFA menyebutkan bahwa pemain di bawah usia 21 tahun masih diperbolehkan pindah federasi selama belum bermain di pertandingan resmi level senior. Situasi Agustien yang masih sangat muda memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk mengamankan jasanya secara permanen.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan naturalisasi tetap diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar memiliki ikatan emosional dan sejarah keluarga dengan Indonesia.
Prinsip ini dijaga untuk mempertahankan integritas pembinaan pemain dan memastikan rasa nasionalisme tetap menjadi fondasi utama bagi siapa pun yang mengenakan seragam merah putih. Kehadiran pemain dari kompetisi luar negeri diharapkan dapat memberikan transfer ilmu dan mentalitas profesional bagi pemain lokal. Sejauh ini, tren pemain diaspora terbukti mampu meningkatkan level permainan tim nasional di kancah internasional.
Manajemen PSSI hingga saat ini belum memberikan pengumuman resmi mengenai kapan tepatnya proses ini akan selesai. Semua pihak kini menunggu tahapan selanjutnya, termasuk verifikasi akhir dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor













