Harga Bitcoin Berupaya Bangkit di Tengah Ketidakpastian Pasar Global

Harga Bitcoin kembali menunjukkan tren penguatan pada hari Selasa setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam sejak awal pekan. Mata uang kripto ini sempat menyentuh level rendah di angka USD 80.953,41 (sekitar Rp1,27 miliar) sebelum akhirnya memantul ke posisi USD 83.591,79 (sekitar Rp1,31 miliar) dengan kenaikan harian sebesar 2,24 persen.
Pergerakan ini memberikan angin segar bagi para investor setelah selama sepekan terakhir pasar dipenuhi dengan meme pesimistis yang menggantikan optimisme Oktober. Fenomena ini muncul karena Bitcoin sempat kehilangan separuh dari keuntungan yang telah dicapai sepanjang bulan September.
Indikator Crypto Fear and Greed Index mencatat angka 56, sebuah posisi netral yang menunjukkan hilangnya euforia bulan Agustus namun tanpa disertai kepanikan massal di kalangan pedagang. Indeks ini merupakan alat ukur sentimen pasar yang dihitung berdasarkan volatilitas, data sosial, serta posisi pasar berjangka.
Tekanan pasar saat ini juga dipicu oleh arus keluar dari produk investasi Bitcoin ETF sebesar USD 386,3 juta (sekitar Rp6 miliar) sepanjang Oktober yang memaksa manajer investasi melakukan penjualan aset. Investor kini menanti laporan Consumer Price Index atau indeks harga konsumen Amerika Serikat yang diprediksi akan menunjukkan kenaikan inflasi tahunan ke level 3,6 persen.
Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi biasanya akan memicu ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada aset berisiko seperti kripto. Pertemuan kebijakan moneter The Fed sendiri dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan Oktober ini.
Sementara itu, para pedagang di bursa prediksi Myriad memberikan peluang 54 persen bahwa harga Bitcoin akan turun ke level USD 80.000 (sekitar Rp1,25 miliar) pada bulan ini. Meski demikian, sentimen pasar secara keseluruhan terlihat mulai membaik dibandingkan kondisi pada hari Senin.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor
















