Protes Baliho Raksasa untuk Ronaldo di Portugal Pasca Perselisihan dengan Pelatih

Ketegangan antara megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo dan pelatih baru Tim Nasional Portugal, Jorge Jesus, telah memicu gelombang protes masif dari para pendukung setia Portugal. Aksi solidaritas yang luar biasa ini bahkan terwujud dalam bentuk pemasangan baliho raksasa di berbagai lokasi strategis di seluruh negeri.
Insiden ini bermula saat Ronaldo harus duduk di bangku cadangan selama pertandingan Portugal melawan Norwegia yang berakhir dengan kemenangan 2-1 pada Senin, 28 September 2026. Meskipun Jorge Jesus mengklaim tidak ada masalah antara dirinya dan Ronaldo, sang kapten memilih untuk meninggalkan pemusatan latihan tim lebih awal, diduga karena merasa tidak dihargai oleh keputusan pelatih.
Para penggemar Portugal tampaknya tidak tinggal diam melihat situasi ini. Mereka secara terbuka menyatakan dukungan penuh untuk Cristiano Ronaldo dan melontarkan kritik tajam terhadap Jorge Jesus serta Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Bentuk dukungan yang paling menonjol adalah pemasangan baliho-baliho berukuran besar yang menampilkan pesan kuat untuk sang legenda.
Menurut laporan Sport Illustrated pada Sabtu, 3 Oktober 2026, baliho-baliho tersebut secara eksplisit menyudutkan gaya kepemimpinan Jorge Jesus. Pesan yang terpampang menuduh sang pelatih memimpin tim dengan ego yang berlebihan dan minim kepekaan, serta mengkritik perlakuannya yang dinilai buruk terhadap kapten legendaris Portugal tersebut.
Selain menyoroti kritik terhadap pelatih, elemen lain dari baliho itu juga memuat ungkapan terima kasih dan penghormatan mendalam kepada Cristiano Ronaldo. Pesan tersebut menegaskan rasa syukur atas dedikasi Ronaldo selama ini dan menegaskan bahwa pemain berusia 41 tahun itu akan selalu menjadi kapten kebanggaan mereka, terlepas dari situasi yang sedang dihadapi.
Lokasi pemasangan baliho ini dipilih dengan cermat untuk mendapatkan perhatian maksimal. Tiga titik utama yang menjadi lokasi instalasi adalah kawasan strategis di Kota Lisbon, meliputi area sekitar Stadion da Luz dan Bandara Lisbon. Baliho ketiga bahkan dipasang tepat di depan kantor pusat Federasi Sepak Bola Portugal di Oeiras, sebuah pernyataan yang sangat simbolis.
Menanggapi aksi yang dinilai provokatif ini, pihak FPF dilaporkan bergerak cepat untuk menurunkan baliho yang terpasang di depan markas mereka. Namun, tindakan ini justru disalahartikan oleh sebagian besar penggemar sebagai upaya membungkam aspirasi publik, sehingga semakin menyulut kemarahan.
Pendukung Ronaldo berargumen bahwa sang pemain sangat layak mendapatkan perpisahan yang terhormat. Mereka merujuk pada kontribusi luar biasa Ronaldo dalam membawa Portugal meraih gelar Juara Piala Eropa 2016 dan dua trofi UEFA Nations League. Dengan catatan fenomenal 146 gol dari 234 penampilan, Ronaldo diakui sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah sepak bola Portugal.
Aksi protes ini diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Fernando Maia, penggagas utama gerakan pemasangan baliho, telah berjanji untuk memperluas aksi serupa ke Stadion do Dragao. Langkah ini diprediksi akan semakin memanaskan atmosfer jelang pertandingan lanjutan Portugal, terutama dengan absennya Cristiano Ronaldo dari skuad.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor












