PTBA Optimistis Capai Target Produksi 50 Juta Ton Batu Bara hingga Akhir 2026

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menetapkan target ambisius untuk menggenjot produksi batu bara hingga mencapai angka 50 juta ton pada penghujung tahun 2026.
Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk mengejar ketertinggalan realisasi produksi pada paruh pertama tahun berjalan. Saat ini, PTBA masih mengacu pada target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan yang ditetapkan sebesar 53 juta ton.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, menyatakan bahwa perusahaan tetap menaruh kepercayaan tinggi pada target tahunan tersebut. Meskipun capaian pada semester pertama masih berada di bawah ekspektasi awal, optimalisasi operasional akan terus ditingkatkan demi menjaga momentum pertumbuhan perusahaan ke depan.
Hingga akhir Juni 2026, perusahaan mencatat total produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dengan volume penjualan mencapai 21,1 juta ton. Keberhasilan distribusi ini didorong oleh strategi pemasaran yang adaptif serta perluasan pasar ekspor ke negara-negara seperti Vietnam, India, hingga Thailand.
Sektor infrastruktur menjadi fokus utama PTBA untuk menjamin kelancaran rantai pasok batu bara nasional. Proyek logistik Tanjung Enim-Kramasan yang menjadi tulang punggung distribusi saat ini telah mencapai progres pengerjaan sebesar 93 persen.
Fasilitas tersebut merupakan jalur angkutan kereta api khusus yang menghubungkan lokasi pertambangan di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, menuju pelabuhan Kramasan. Peningkatan kapasitas angkut ini diproyeksikan bakal mempercepat durasi pengiriman ke berbagai tujuan pelanggan domestik maupun internasional.
Secara finansial, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun pada semester pertama tahun 2026. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan paling signifikan terlihat pada perolehan laba bersih perseroan yang mencapai Rp2,65 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 218 persen secara tahunan, yang didorong oleh perbaikan harga jual rata-rata batu bara di pasar global.
Peningkatan harga komoditas global, seperti Newcastle Index yang naik 25 persen dan ICI-3 sebesar 15 persen, memberikan dampak positif bagi margin keuntungan perusahaan. Kondisi pasar yang kondusif ini memungkinkan PTBA untuk memperbaiki rata-rata harga jual produknya sebesar 10 persen.
Penjualan ekspor tercatat sebesar 10,33 juta ton, mencakup destinasi utama seperti Bangladesh dan Kamboja. Sementara itu, porsi penjualan domestik masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 10,77 juta ton atau sekitar 51 persen dari total volume penjualan perusahaan selama semester pertama.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor














