Rasa Aman Warga Israel dan Yahudi di Uni Emirat Arab Kini Terancam

Reputasi Uni Emirat Arab sebagai kawasan perlindungan bagi warga Israel dan komunitas Yahudi kini mulai terguncang.
Keyakinan akan keamanan tersebut luntur setelah pihak berwenang mengungkap adanya rencana sabotase terhadap sebuah penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv bulan lalu. Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan warga negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah Uni Emirat Arab selama ini dikenal sebagai negara yang menjalin hubungan diplomatik normal dengan Israel sejak penandatanganan Abraham Accords pada 2020. Kesepakatan ini membuka pintu bagi kerja sama ekonomi, pariwisata, serta pertukaran budaya yang sebelumnya sangat terbatas.
Namun, ancaman keamanan yang muncul belakangan ini menciptakan tantangan baru bagi otoritas keamanan setempat. Mereka harus menyeimbangkan hubungan luar negeri dengan upaya menjaga stabilitas domestik di tengah sentimen publik yang memanas akibat konflik di Gaza.
Seorang ekspatriat Israel yang tinggal di Dubai menyatakan bahwa atmosfer kehidupan sehari-hari telah berubah drastis sejak akhir tahun lalu. Ia mengaku lebih waspada dalam beraktivitas di tempat umum, bahkan cenderung menghindari penggunaan simbol yang menunjukkan identitas keagamaannya di depan publik.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan suasana beberapa tahun lalu ketika banyak warga Israel merasa Dubai adalah salah satu kota teraman di dunia. Sektor bisnis dan pariwisata yang sebelumnya tumbuh subur kini merasakan dampak dari ketidakpastian situasi keamanan tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor













