Crypto PAC Guyur Dana ke Pemilu California Meski Pemenang Sudah Ditentukan

Super PAC beraliran mata uang kripto bernama Protect Progress baru saja mengucurkan dana sebesar USD 362.000 atau sekitar Rp5,6 miliar untuk kampanye iklan di distrik ke-14 California.
Langkah ini menuai sorotan karena dilakukan untuk mendukung kandidat petahana, Aisha Wahab, dalam pemilu November mendatang, padahal Wahab telah memenangkan pemilu khusus di wilayah yang sama pada Agustus lalu.
Protect Progress sendiri merupakan afiliasi dari Fairshake, sebuah komite aksi politik super yang fokus mengumpulkan dana jumbo untuk memenangkan kandidat yang dianggap ramah terhadap industri aset digital di Amerika Serikat. Komite aksi politik super atau Super PAC adalah organisasi di Amerika Serikat yang boleh mengumpulkan dana tak terbatas dari perusahaan atau individu untuk mendukung kandidat politik, namun tidak boleh berkoordinasi langsung dengan tim kampanye kandidat.
Laporan yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum Federal Amerika Serikat menunjukkan bahwa dana tersebut digelontorkan guna memenangkan Wahab atas saingannya sesama Partai Demokrat, Melissa Hernandez.
Padahal, dalam pemilu khusus 18 Agustus silam, Wahab berhasil mengungguli Hernandez dengan perolehan suara lebih dari 53 persen.
Kedua kandidat ini sebenarnya memiliki posisi serupa terkait regulasi aset digital. Keduanya tercatat memberikan pernyataan dukungan kuat terhadap kripto dalam kuesioner yang diselenggarakan oleh organisasi Stand With Crypto sebelum pemilu khusus berlangsung.
Pemilu tersebut diadakan untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan Eric Swalwell setelah ia mengundurkan diri pada April lalu di tengah tuduhan penyerangan seksual. Masa jabatan ini akan berakhir pada Januari 2027.
Fairshake sendiri bukan pemain baru dalam panggung politik Amerika Serikat. Sejak 2023, organisasi ini menerima suntikan dana masif dari perusahaan besar seperti Coinbase, Ripple Labs, dan Andreessen Horowitz.
Total pengeluaran mereka sejak pemilu 2024 mencapai puluhan juta dolar AS. Tujuannya adalah menempatkan sebanyak mungkin politisi di kursi Kongres yang bersedia mendukung kebijakan ramah industri aset digital.
Dalam debat yang berlangsung pada 7 Oktober, Wahab sempat melontarkan kritik keras terhadap Hernandez. Ia mempersoalkan keputusan Hernandez yang tidak mengecam pengeluaran dari komite politik korporat yang berafiliasi dengan American Israel Public Affairs Committee atau AIPAC.
Menurut Wahab, intervensi dana dari komite politik semacam itu telah merusak integritas demokrasi lokal.
Pihak terkait, termasuk tim kampanye kedua kandidat dan pengelola Fairshake, belum memberikan tanggapan resmi mengenai aliran dana terbaru ini. Situasi ini menambah daftar panjang keterlibatan kelompok kepentingan dalam pendanaan politik Amerika Serikat yang semakin kompleks.
Perubahan mendasar dalam pemilu November nanti adalah pergeseran batas wilayah distrik ke-14 California. Seiring dengan diberlakukannya Proposisi 50, peta wilayah harus diperbarui untuk mencakup bagian dari East Bay di San Francisco.
Banyak pengamat menilai langkah Fairshake ini sebagai upaya mengamankan pengaruh jangka panjang di parlemen. Dengan sisa dana sebesar USD 193 juta atau setara Rp3 triliun per Januari lalu, mereka memiliki kapasitas finansial untuk terus mendominasi narasi kampanye di berbagai negara bagian.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











