Donald Trump Dorong Kesepakatan dengan Rusia di Tengah Ketegangan Ukraina

Donald Trump kini menunjukkan langkah yang semakin nyata dalam mengupayakan normalisasi hubungan diplomatik dengan Rusia. Keinginan tersebut memicu gesekan diplomatik baru karena dianggap mengabaikan kepentingan strategis Ukraina dalam konflik yang tengah berlangsung.
Rentetan kebijakan terbaru dari mantan Presiden Amerika Serikat tersebut memperlihatkan kecenderungan untuk memihak pada narasi yang diusung oleh Vladimir Putin.
Dorongan untuk mencapai kesepakatan dagang dan politik dengan Moskow ini disebut sebagai prioritas utama Trump jika kembali memegang kendali di Gedung Putih. Langkah tersebut mencerminkan rasa frustrasi yang mendalam terhadap beban finansial yang harus ditanggung Washington untuk mendukung pertahanan Kyiv. Trump secara terbuka mempertanyakan nilai dari bantuan militer bernilai miliaran dollar yang terus mengalir ke kawasan Eropa Timur tersebut.
Bagi para pengamat di Washington, sikap ini bukan sekadar strategi kampanye, melainkan pergeseran fundamental dalam doktrin luar negeri Amerika Serikat. Selama ini, Amerika Serikat bertindak sebagai penyokong utama kedaulatan Ukraina melalui pengiriman alutsista canggih dan dukungan intelijen medan perang.
Perubahan arah kebijakan ini berpotensi melemahkan posisi tawar Ukraina dalam meja perundingan di masa depan.
Vladimir Putin menyambut baik sinyal perdamaian yang dikirimkan oleh kubu Trump dalam berbagai kesempatan publik. Rusia melihat celah untuk keluar dari isolasi ekonomi internasional yang selama ini diterapkan oleh negara-negara Barat sebagai hukuman atas invasi pada Februari 2022. Normalisasi hubungan dengan negara adidaya seperti Amerika Serikat akan memberikan legitimasi politik yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Kremlin.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor















