
Jose Mourinho kembali menapaki rumput Stadio Olimpico dengan status sebagai pelatih Real Madrid dalam laga matchday 2 Liga Champions musim 2026/2027. Pertandingan tersebut berakhir dengan drama menegangkan bagi kedua kesebelasan.
Real Madrid berhasil mencatatkan kemenangan dramatis dengan skor 4-3 atas AS Roma. Kemenangan ini sekaligus menandai kebangkitan Los Blancos yang sempat tertinggal 1-3 dari tim tuan rumah.
Stadio Olimpico merupakan markas kebanggaan AS Roma yang terletak di ibu kota Italia, Roma. Stadion ini dikenal memiliki atmosfer penonton yang sangat fanatik dan menjadi saksi bisu sejarah panjang sepak bola Serie A.
Kemenangan Real Madrid diraih secara dramatis di menit-menit akhir pertandingan. Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger menjadi aktor utama yang membalikkan keadaan setelah Roma sempat unggul dua gol hingga menit ke-83.
Mourinho sendiri memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub ibu kota Italia tersebut. Ia pernah membawa AS Roma meraih gelar UEFA Conference League musim 2021/2022 serta menembus final Liga Europa pada musim berikutnya.
Banyak suporter tuan rumah memberikan sambutan hangat melalui berbagai spanduk penghormatan saat pelatih asal Portugal itu kembali ke stadion. Sambutan tersebut mencerminkan apresiasi tinggi penggemar atas kontribusi yang pernah ia berikan selama menukangi Giallorossi.
Meski meraih kemenangan krusial, Mourinho memilih untuk tidak melakukan perayaan berlebihan di pinggir lapangan. Ia tampak tenang dan tetap menaruh rasa hormat yang mendalam kepada klub serta pendukung Roma yang memadati tribune.
Setelah peluit panjang ditiupkan wasit, Mourinho terlihat sempat mengacungkan jari ke arah penonton. Gestur tersebut memicu rasa penasaran mengenai maksud di balik ketenangannya setelah laga sengit tersebut.
"Tidak ada apa-apa, kami menang dan saya sedang merayakannya, saya sangat menghormati Roma," ujar Mourinho seperti dikutip dari Sky Sports Italia.
Keputusan taktis Mourinho untuk memasukkan pemain pengganti terbukti menjadi kunci keberhasilan tim tamu. Umpan matang dari Arda Guler dalam situasi sepak pojok berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Antonio Rudiger untuk memastikan raihan tiga poin bagi Madrid.
Keunggulan 4-3 bagi Real Madrid bertahan hingga wasit mengakhiri pertandingan. Hasil ini menjadi pengingat akan mentalitas juara yang selalu melekat pada tim asal Spanyol tersebut dalam kompetisi Eropa.
Meskipun stadion sempat terpaku dengan keunggulan Roma, performa impresif Madrid di babak kedua sukses merusak rencana tuan rumah. Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi AS Roma yang sebenarnya bermain disiplin di sepanjang jalannya laga.
Bagi Mourinho, kemenangan ini tetap terasa istimewa namun tetap harus disikapi dengan profesionalisme yang tinggi. Ia memahami betapa besar rasa cinta suporter Roma terhadap klubnya, sehingga selebrasi berlebihan tentu akan mencederai kenangan manis yang pernah mereka ukir bersama.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor