
Layanan keuangan digital asal Amerika Serikat, SoFi, resmi meluncurkan produk inovatif bernama SoFi Earn untuk memberikan akses bunga deposito kepada pengguna aset kripto. Produk ini memungkinkan nasabah memperoleh imbal hasil 4,4 persen per tahun sekaligus mempertahankan kecepatan transaksi ala aset digital.
Langkah ini menandai peluncuran deposito tertokenisasi pertama yang diterbitkan oleh bank nasional untuk konsumen ritel. Instrumen keuangan ini menggunakan kode SOFIE, di mana setiap satu token setara dengan 1 dolar AS yang tersimpan di SoFi Bank.
Salah satu keunggulan utama dari SOFIE adalah jaminan keamanan yang diberikan kepada nasabah. Dana yang tersimpan dalam produk ini dilindungi oleh FDIC atau Federal Deposit Insurance Corporation, yakni lembaga pemerintah Amerika Serikat yang menjamin simpanan nasabah di bank hingga batas tertentu jika terjadi kegagalan sistem perbankan.
Hal ini membedakan SOFIE dari aset stablecoin pada umumnya yang seringkali tidak memberikan bunga dan tidak memiliki perlindungan simpanan. Stablecoin sendiri adalah jenis kripto yang nilainya dipatok pada aset stabil, seperti dolar AS, untuk mengurangi volatilitas harga.
Ketika nasabah ingin menggunakan dana tersebut untuk transaksi, mereka dapat mengubah token SOFIE menjadi SoFiUSD dengan perbandingan satu banding satu. SoFiUSD merupakan stablecoin resmi yang diterbitkan oleh bank tersebut.
Dana yang telah dikonversi dapat digunakan untuk membeli berbagai aset kripto melalui aplikasi SoFi. Selain itu, pengguna bisa memindahkan dolar tersebut melalui jaringan blockchain kapan saja tanpa batasan waktu operasional perbankan tradisional.
CEO SoFi, Anthony Noto, menyatakan bahwa terdapat terlalu banyak dana di ekosistem aset digital yang dibiarkan tidak produktif. Perusahaan mengutip riset Federal Reserve yang menyebutkan sekitar 64 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.000 triliun dari pasar stablecoin saat ini tersimpan dalam dompet digital yang tidak aktif.
Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi agresif SoFi di sektor keuangan digital. Dalam waktu kurang dari setahun, perusahaan telah merilis lima produk berbasis kripto guna memperkuat ekosistem uang digital mereka.
SoFi sebelumnya telah mencatatkan diri sebagai bank nasional Amerika Serikat pertama yang menawarkan layanan perdagangan kripto kepada nasabah. Saat ini, anggota mereka sudah dapat memperdagangkan lebih dari 40 jenis token aset kripto yang berbeda.
Selain itu, SoFiUSD kini telah terintegrasi dalam jaringan Mastercard untuk mendukung program kartu mereka. Melalui inovasi ini, SoFi berharap dapat menarik minat konsumen yang menginginkan keamanan perbankan tradisional dengan fleksibilitas teknologi blockchain.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor