Standard Chartered Mundurkan Target Kapitalisasi Pasar Stablecoin ke 2030

Standard Chartered merevisi proyeksi kapitalisasi pasar stablecoin global yang kini diperkirakan mencapai USD 2 triliun atau sekitar Rp31.300 triliun pada tahun 2030.
Target tersebut mundur dua tahun dari estimasi sebelumnya setelah nilai pasar aset kripto ini stagnan di kisaran USD 309 miliar pada tahun ini. Meskipun total nilai pasar tidak banyak bergerak, bank multinasional tersebut mencatat aktivitas transaksi di jaringan stablecoin justru terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, menjelaskan bahwa peningkatan volume transaksi terjadi karena aset yang sudah beredar berpindah tangan lebih sering. Fenomena ini menunjukkan adanya diversifikasi penggunaan stablecoin yang melampaui sekadar sarana investasi pasif.
Bank tersebut memetakan empat segmen pasar stablecoin dengan karakteristik persaingan yang berbeda. Tether dengan aset USDt (USDT) mendominasi sektor simpanan di pasar negara berkembang, sementara USDC dari Circle memimpin pangsa pasar pembayaran di negara maju.
Persaingan di sektor perdagangan kripto melibatkan dominasi USDC dan Ethena USDe, sedangkan untuk transaksi antar agen kecerdasan buatan atau AI, USDC kembali menjadi pemain utama. Persaingan antar penerbit stablecoin diperkirakan akan semakin ketat seiring upaya berbagai pihak dalam menawarkan alternatif infrastruktur pembayaran yang lebih efisien.
Kendrick berpendapat bahwa strategi pembagian imbal hasil dari cadangan aset akan menjadi penentu utama bagi perusahaan untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas. Hal ini memicu munculnya pemain baru seperti USDG dan M^0 yang mulai menantang dominasi infrastruktur keuangan konvensional.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












