
Google resmi meluncurkan pembaruan Android Auto 18.0 yang saat ini tersedia bagi pengguna dalam versi beta. Meski membawa angka versi yang cukup tinggi, pembaruan ini tidak menghadirkan fitur baru yang tampak langsung bagi pengguna.
Pembaruan ini berfokus pada perbaikan teknis guna meningkatkan stabilitas sistem secara keseluruhan. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian pengembangan berkelanjutan yang dilakukan perusahaan untuk antarmuka mobil tersebut.
Analisis pada kode aplikasi mengungkap keberadaan aset bernama cielo_launcher yang memperkuat spekulasi mengenai desain ulang besar-besaran. Istilah Cielo sendiri merujuk pada kode internal yang disiapkan Google untuk menggantikan desain antarmuka Coolwalk yang meluncur pada 2023 silam.
Istilah Coolwalk sebelumnya digunakan sebagai nama kode untuk pembaruan dashboard Android Auto beberapa tahun lalu. Penggunaan kata launcher dalam temuan terbaru mengindikasikan bahwa proyek Cielo merupakan perombakan menyeluruh pada layar utama kendaraan.
Kode yang ditemukan juga merujuk pada pengaturan tata letak layar yang lebih fleksibel. Hal ini memberikan sinyal bahwa desain masa depan Android Auto akan mencakup lebih banyak area tampilan dan dukungan widget yang lebih luas.
Pengembang mencatat bahwa penyebutan Cielo telah muncul dalam sistem sejak versi 15.7 pada November 2025. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan antarmuka baru tersebut akan dirilis secara luas kepada publik.
Cielo berasal dari bahasa Spanyol dan Italia yang berarti langit. Nama ini menjadi identitas baru dalam pengembangan perangkat lunak Google setelah transisi dari sistem Coolwalk yang selama ini digunakan.
Selain fokus pada Cielo, pembaruan versi 18.0 juga masih menyertakan elemen terkait tema terang dan gelap dalam kode sistem. Google telah menguji fitur tema ini dalam durasi yang cukup lama, namun belum memberikan kepastian mengenai jadwal peluncuran resminya.
Bagi pengguna di Indonesia, Android Auto sendiri menjadi platform krusial yang menghubungkan ponsel dengan sistem hiburan di dasbor mobil. Kehadirannya memungkinkan pengemudi mengakses peta, musik, dan pesan secara aman tanpa harus memegang perangkat ponsel saat berkendara.
Saat ini, pembaruan tersebut bersifat tertutup bagi penguji beta. Perusahaan terus mengumpulkan data performa sebelum memutuskan untuk menyalurkan versi stabil kepada seluruh pengguna Android di dunia.
Pembaruan rutin semacam ini menunjukkan komitmen Google untuk mempertahankan dominasi mereka di pasar perangkat lunak otomotif. Meskipun versi 18.0 terlihat minim perubahan, fondasi yang dibangun di balik layar menjadi langkah strategis untuk masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor