Startup AI Asal Indonesia Dokai Resmi Diakuisisi Perusahaan Amerika StackBlitz

Startup kecerdasan buatan atau artificial intelligence asal Indonesia, Dokai, resmi berpindah kepemilikan setelah diakuisisi oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, StackBlitz.
Langkah korporasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi agen AI milik Dokai ke dalam platform pengembangan perangkat lunak Bolt.new milik StackBlitz. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan operasional platform dalam melayani kebutuhan pengembangan aplikasi berskala besar.
Salah satu pendiri Dokai, Rio Atmadja, mengonfirmasi bahwa seluruh tim Dokai kini bergabung ke dalam organisasi AI dan machine learning di Bolt.new. Perubahan struktur ini menandai babak baru bagi pengembangan teknologi rintisan lokal tersebut di pasar global.
Teknologi agen AI yang dikembangkan oleh Dokai memiliki peran spesifik dalam memperkuat kapabilitas Bolt.new untuk menangani pekerjaan enterprise yang kompleks. Rio menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan aplikasi yang dibangun melalui Bolt.new untuk terhubung langsung dengan ekosistem perusahaan yang sudah ada, mulai dari perangkat CRM hingga basis data internal pelanggan.
Bolt.new sendiri merupakan platform pengembangan perangkat lunak berbasis AI yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam membangun, menjalankan, hingga menerapkan aplikasi web full-stack tanpa harus melalui proses pengkodean secara konvensional. Pengguna cukup memberikan instruksi melalui bahasa sehari-hari untuk merancang berbagai kebutuhan digital, mulai dari situs web sederhana hingga dasbor internal yang rumit.
Fleksibilitas platform ini mencakup kemampuan untuk menambahkan fitur, mengubah antarmuka pengguna, mengelola basis data, hingga mengintegrasikan sistem autentikasi login dan pembayaran. Keleluasaan teknis tersebut menjadi daya tarik utama bagi para pengguna yang ingin mempercepat siklus pengembangan produk perangkat lunak mereka.
Pertumbuhan ekonomi digital yang menopang ekosistem ini tampak dari performa keuangan Bolt.new yang berkembang cukup pesat dalam waktu singkat. Rio mencatat bahwa platform tersebut berhasil mencapai pendapatan berulang tahunan atau annual recurring revenue sebesar 20 juta dolar AS atau sekitar 356 miliar rupiah dalam durasi dua bulan sejak diluncurkan.
Pencapaian ini mencerminkan tingginya permintaan pasar terhadap solusi pengembangan aplikasi berbasis AI yang mampu menyederhanakan alur kerja teknis. Akuisisi ini sekaligus mempertegas posisi talenta teknologi asal Indonesia dalam kancah inovasi kecerdasan buatan dunia.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)












