Swayasa Prakarsa, Afiliasi UGM, Mulai Penawaran IPO Saham Rp130-Rp140

PT Swayasa Prakarsa Tbk, produsen produk kesehatan yang terafiliasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), telah memulai tahap penawaran awal atau bookbuilding untuk penawaran umum perdana saham (IPO). Proses ini, yang dimulai pada Minggu, 23 Agustus 2026, menandai langkah signifikan perusahaan riset kesehatan tersebut dalam menghimpun dana segar dari pasar modal.
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru kepada publik, jumlah ini setara dengan 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan, kisaran harga penawaran awal ditetapkan antara Rp130 hingga Rp140 per saham.
Aksi korporasi ini berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp45,22 miliar, sebuah jumlah yang diharapkan mampu mendukung ekspansi dan operasional perusahaan ke depan.
Baca Juga:
- Misteri Tuyul Tak Mampu Tembus Bank: Jejak Sejarah Kolonial
- Simak Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru
- Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru
Proses penawaran awal dijadwalkan berlangsung dari 24 hingga 27 Agustus 2026. Selanjutnya, Swayasa Prakarsa menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus 2026, diikuti oleh penawaran umum yang dijadwalkan pada 2-8 September 2026.
Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan terlaksana pada 10 September 2026, dengan PT Sukadana Prima Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Rencana IPO ini bergulir di tengah kondisi kinerja keuangan perseroan yang mengalami tekanan dalam beberapa periode terakhir. Pendapatan usaha Swayasa Prakarsa sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp7,12 miliar, menyusut 30,25 persen dari Rp10,21 miliar pada tahun 2024.
Penurunan pendapatan ini terutama diakibatkan oleh melemahnya penjualan produk Ventilator V-01, sebuah indikasi adanya pergeseran permintaan atau persaingan pasar di sektor alat kesehatan.
Laba bersih perseroan pada tahun 2025 juga tergerus signifikan, anjlok 58,96 persen menjadi Rp1,42 miliar dari sebelumnya Rp3,46 miliar. Memasuki dua bulan pertama tahun 2026, kondisi keuangan Swayasa Prakarsa justru membukukan rugi bersih sebesar Rp570,59 juta, seiring dengan pembengkakan beban pokok penjualan yang mencapai Rp484,09 juta.
Sebelum aksi korporasi IPO, PT Gama Multi Usaha Mandiri merupakan pemegang saham mayoritas dengan porsi 97,16 persen. UGM, sebagai entitas afiliasi, memegang 2,69 persen saham, sementara PT Radio Swara Gadjah Mada dan Bondan Ardiningtyas masing-masing memiliki 0,074 persen dan 0,073 persen.
Setelah penawaran umum perdana, porsi kepemilikan Gama Multi akan terdilusi menjadi 67,72 persen. Masyarakat umum akan memegang 30,30 persen saham, menciptakan struktur kepemilikan yang lebih tersebar.
UGM selaku pemegang saham pengendali menegaskan komitmennya untuk tidak melepaskan pengendalian atas perseroan selama 12 bulan sejak pernyataan pendaftaran efektif. Ini memberikan sinyal stabilitas dan dukungan berkelanjutan dari institusi pendidikan terkemuka tersebut.
Dana hasil IPO rencananya dialokasikan secara strategis untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas perusahaan. Sebesar Rp15,8 miliar akan digunakan sebagai modal kerja operasional, yang krusial untuk menjaga kelancaran produksi dan distribusi.
Selain itu, Rp12,2 miliar akan dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pembangunan gedung manajemen dan distribusi baru. Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas perusahaan dalam jangka panjang, mengatasi tantangan finansial yang ada.
Dalam perkembangan pasar modal terpisah, entitas bisnis kripto Bitari turut mengajukan IPO senilai USD 30 juta (sekitar Rp489 miliar) di bursa Nasdaq Amerika Serikat. Dilansir dari CoinMarketCap pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pendanaan tersebut direncanakan untuk ekspansi kapasitas penambangan Bitcoin dan pembelian armada mesin baru, mencerminkan diversifikasi tren IPO global.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor












